Pencarian

Wagub Kalbar Krisantus Raih Gelar Pangeran Nata Negeri Utama di Festival Robo-Robo 2026, Serukan Toleransi ke Generasi Muda

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:48:31 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Raih Gelar Pangeran Nata Negeri Utama di Festival Robo-Robo 2026, Serukan Toleransi ke Generasi Muda
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dinobatkan sebagai Pangeran Nata Negeri Utama oleh Kesultanan Mempawah pada malam puncak Festival Robo-Robo 2026 di Keraton Amantubillah, Rabu (12/8/2026).

MEMPAWAH — Prosesi penganugerahan gelar kekerabatan mewarnai malam puncak Festival Robo-Robo 2026 di Keraton Amantubillah, Mempawah, Rabu (12/8/2026). Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dinobatkan sebagai Pangeran Nata Negeri Utama oleh Kesultanan Mempawah.

Di hadapan para penerus tahta kerajaan dan masyarakat yang hadir, Krisantus menyampaikan pesan kebangsaan. Ia menilai peran kerajaan Nusantara di masa lampau menjadi fondasi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, generasi muda saat ini wajib memahami lintasan sejarah tersebut agar tidak kehilangan akar budaya.

“Bangsa Indonesia ini tidak akan ada kalau tidak ada kerajaan. Betapa hebatnya kerajaan-kerajaan masa itu mempersatukan Nusantara,” ujar Krisantus dalam sambutannya.

Keraton Bersih Cermin Masyarakat yang Tertib

Sebelum menyampaikan pokok pikiran tentang sejarah, Krisantus sempat menyinggung kondisi lingkungan Keraton Amantubillah. Ia mengapresiasi kerapian dan kebersihan kompleks keraton yang dinilainya mencerminkan karakter masyarakat Mempawah.

“Kalau lingkungannya bersih, pasti isinya bersih. Kalau lingkungannya aman, isinya aman,” tuturnya.

Menurut Krisantus, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pelestarian budaya. Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang abai terhadap warisan budayanya akan tergerus oleh perubahan zaman.

Miniatur Indonesia: Modal Membangun Kalbar

Pada bagian lain, Krisantus menyoroti posisi strategis Kalimantan Barat sebagai miniatur Indonesia. Wilayah ini dihuni beragam suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Ia menegaskan perbedaan bukan penghalang, melainkan modal sosial untuk kemajuan daerah.

“Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang dari dalam rahim ibunya bisa bercita-cita terlahir sebagai suku apa, budaya apa, dan agama apa. Itu anugerah Tuhan. Ketika kita terlahir, harus kita jalankan, kita syukuri, dan kita nikmati,” kata Krisantus.

Ia menambahkan, kesadaran untuk saling menghormati menjadi kunci mewujudkan Kalbar sebagai provinsi yang aman dan damai. Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Komitmen Tegas Jaga Kerukunan

Krisantus menegaskan sikapnya terhadap potensi gangguan keamanan. Ia menyatakan tidak akan memberi ruang bagi kelompok atau organisasi masyarakat yang berpotensi memicu konflik di Kalimantan Barat.

“Saya tidak ingin ketenteraman masyarakat Kalimantan Barat terganggu. Saya ingin Kalbar ini rukun, aman, dan damai,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para tokoh adat dan masyarakat yang menghadiri acara puncak festival budaya tahunan tersebut.

Robo-Robo: Warisan Budaya yang Mendunia

Krisantus turut mengapresiasi penyelenggaraan Festival Robo-Robo 2026. Ia mengingatkan bahwa tradisi ini telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, sehingga menjadi kebanggaan bersama masyarakat Mempawah dan Kalimantan Barat.

“Saya berharap semakin tahun pelaksanaannya semakin baik, semakin meriah, dan semakin banyak merangkul kerajaan-kerajaan bukan hanya di Indonesia, tapi bahkan di dunia,” pungkasnya.

Malam penutupan festival berlangsung hangat dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan serta keluarga Kerajaan Mempawah.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks