Pencarian

Bahaya Diet Ular, Makan Sehari Sekali Demi Berat Badan Turun

Rabu, 30 September 2026 • 09:21:01 WIB
Bahaya Diet Ular, Makan Sehari Sekali Demi Berat Badan Turun
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan metode diet ular atau makan sekali sehari tidak efektif menurunkan berat badan.

KALIMANTAN BARAT — Metode "diet ular" atau makan sekali sehari masih jadi cara instan yang dipilih banyak orang untuk menurunkan berat badan. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengungkap metode ini tidak efektif dan justru memicu defisiensi gizi. Simak penjelasan lengkapnya sebelum Ibu memutuskan pola makan ekstrem.

Banyak pelakunya justru bingung karena timbangan tidak kunjung bergerak meski sudah menahan lapar seharian. Padahal tubuh butuh asupan makronutrien dan mikronutrien yang cukup setiap hari.

Kenapa Makan Sekali Sehari Disebut Diet Ular

Istilah "diet ular" muncul karena pola makannya mirip ular yang makan besar sekali lalu puasa panjang. Pelakunya hanya mengonsumsi sekitar 400 sampai 500 kalori dalam sehari.

Jumlah itu jauh dari kebutuhan kalori harian orang dewasa yang rata-rata 1.800 kalori. Tubuh pun masuk ke kondisi defisit gizi parah.

"Nggak tercukupi tuh makro sama mikronutrien kamu. Kamu bisa-bisa terjadi defisiensi mikronutrien, bisa-bisa malah misalnya kekurangan asupan vitamin gara-gara makannya cuma satu kali sehari," jelas dr Yaze.

Jebakan Mode Hemat pada Tubuh

Saat asupan energi dipangkas mendadak, tubuh otomatis mengaktifkan mode saving atau mode hemat. Fungsi metabolisme tidak lagi fokus membakar lemak.

Energi yang tersisa justru dialihkan untuk fungsi vital seperti bernapas, detak jantung, dan berpikir. Inilah alasan berat badan malah sulit turun meski makan sudah dikurangi drastis.

"Kalau kekurangan makan, bukan berfokus untuk turunin berat badan, tapi fokusnya untuk bernapas, buat detak jantung, buat berpikir. Jadi, gak baik juga dengan makan sehari cuma sekali," tegasnya.

Frekuensi Makan yang Disarankan Dokter Gizi

Alih-alih menyiksa diri, dr Yaze menyarankan tetap makan tiga kali sehari dengan porsi kalori yang dibagi proporsional. Kebutuhan 1.800 kalori cukup dibagi rata ke dalam tiga waktu makan.

Bagi penderita maag atau GERD, frekuensi makan justru perlu dipecah lebih sering. Pola lima kali makan dengan porsi kecil membantu mencegah gejala kambuh.

"Kalau punya penyakit GERD atau maag, itu biasanya dibagi ke lima kali makan. Yang penting total dalam sehari masih sama, 1.800 kkal," pungkas dr Yaze.

Kapan Perlu Konsultasi ke Ahli Gizi

Ibu yang sedang menurunkan berat badan sebaiknya tidak mengambil keputusan pola makan ekstrem tanpa pendampingan. Konsultasi ke dokter gizi membantu menyusun menu sesuai kebutuhan kalori dan kondisi tubuh.

Segera cari bantuan medis jika muncul gejala lemas berlebihan, pusing, rambut rontok, atau gangguan pencernaan saat menjalani diet. Tanda-tanda itu bisa jadi sinyal tubuh kekurangan nutrisi penting.

Menurunkan berat badan sehat tidak perlu menyiksa diri. Atur porsi, jaga frekuensi makan, dan pastikan kebutuhan kalori harian tetap terpenuhi agar tubuh tetap bertenaga.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks