Pencarian

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Terima Gelar Pangeran dari Kerajaan Mempawah, Ajak Generasi Muda Jaga Toleransi

Kamis, 13 Agustus 2026 • 12:22:31 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Terima Gelar Pangeran dari Kerajaan Mempawah, Ajak Generasi Muda Jaga Toleransi
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri Festival Robo-Robo 2026 di Keraton Amantubillah, Mempawah.

MEMPAWAH — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memanfaatkan panggung Festival Robo-Robo 2026 untuk menyampaikan pesan kebangsaan di hadapan masyarakat Mempawah. Di hadapan Keraton Amantubillah, ia mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah panjang kerajaan Nusantara dalam membentuk Indonesia.

Menurut Krisantus, kebersihan dan kerapian lingkungan Keraton Amantubillah menjadi cerminan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat setempat. "Pandangan pertama begitu menggoda, biasanya dari kebersihan. Kalau lingkungannya bersih, pasti isinya bersih. Kalau lingkungannya aman, isinya aman," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Pesan Tegas untuk Generasi Muda

Krisantus mengingatkan bahwa eksistensi bangsa Indonesia saat ini tidak lepas dari peran kerajaan-kerajaan masa lampau. Ia menilai masyarakat yang abai terhadap budayanya akan tergerus oleh zaman.

"Perlu kita ingat, bangsa Indonesia ini tidak akan ada kalau tidak ada kerajaan. Betapa hebatnya kerajaan-kerajaan masa itu mempersatukan Nusantara," tegasnya. Ia menambahkan, kesadaran terhadap sejarah ini penting ditanamkan kepada generasi muda agar jati diri bangsa tetap kokoh.

Kalbar Miniatur Indonesia yang Harus Damai

Di hadapan warga Mempawah, Krisantus menyebut Kalimantan Barat sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman suku, budaya, dan agamanya. Perbedaan tersebut, kata dia, merupakan anugerah yang harus disyukuri, bukan dipertentangkan.

"Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang dari dalam rahim ibunya bisa bercita-cita terlahir sebagai suku apa, budaya apa, dan agama apa. Itu anugerah Tuhan," tuturnya. Ia menegaskan, kesadaran menerima perbedaan menjadi fondasi utama menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Sikap tegas pun disampaikan Krisantus terkait potensi gangguan keamanan. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada kelompok atau organisasi masyarakat yang berpotensi memicu konflik.

"Saya tidak ingin ketenteraman masyarakat Kalimantan Barat terganggu. Saya ingin Kalbar ini rukun, aman, dan damai," katanya.

Robo-Robo Jadi Kebanggaan Warisan Budaya

Festival Robo-Robo tahun ini terasa istimewa karena telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Krisantus berharap pengakuan ini mampu mendongkrak skala penyelenggaraan di masa mendatang.

"Saya berharap semakin tahun pelaksanaannya semakin baik, semakin meriah, dan semakin banyak merangkul kerajaan-kerajaan bukan hanya di Indonesia, tapi bahkan di dunia," pungkasnya. Malam penutupan ditutup dengan foto bersama dalam suasana hangat, menegaskan Robo-Robo sebagai ruang silaturahmi dan penguat persatuan di Kalbar.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: majalahmataborneonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks