PONTIANAK — Peringatan dini cuaca itu dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio untuk periode tiga hari, mulai 30 September sampai 2 Oktober 2026. Sebanyak 13 wilayah administratif di Kalimantan Barat masuk dalam pantauan.
Kapuas Hulu menjadi satu-satunya daerah yang ditetapkan berstatus siaga. Status ini menunjukkan potensi dampak cuaca yang lebih serius dibanding wilayah lain yang berada pada level waspada.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG menyebut 13 wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat. Wilayah-wilayah tersebut tersebar dari pesisir barat hingga pedalaman Kalimantan Barat.
- Kapuas Hulu (status siaga)
- Kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat yang masuk pantauan BMKG
Masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Informasi diperbarui secara berkala seiring perubahan kondisi atmosfer.
Mengapa Kapuas Hulu Berstatus Siaga?
Status siaga diberikan ketika potensi hujan lebat berisiko menimbulkan dampak langsung terhadap warga. Wilayah dengan topografi berbukit dan aliran sungai besar seperti Kapuas Hulu lebih rentan terhadap banjir dan longsor.
BMKG mengeluarkan peringatan ini berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini. Peringatan berlaku selama tiga hari ke depan dan dapat diperbarui jika terjadi perubahan signifikan.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga
Warga di wilayah berpotensi hujan diminta waspada terhadap genangan air, banjir, dan tanah longsor. Pengguna jalan perlu berhati-hati saat melintasi daerah rawan.
Nelayan dan pengguna transportasi air diimbau memperhatikan kondisi angin dan gelombang. Hujan lebat disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko di perairan.
BMKG menyarankan masyarakat mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio. Peringatan dini ini berlaku hingga Jumat, 2 Oktober 2026.