KUBU RAYA — Pemkab Kubu Raya menyiapkan langkah pemulihan dan pemeliharaan lahan warga yang terdampak karhutla, dengan mempertimbangkan karakteristik geografis tiap wilayah. Perumusan dilakukan bersama Forkopimda di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (28/9/2026).
Bupati Sujiwo menyatakan bantuan dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla pada masa mendatang. Penguatan mencakup kesiapan peralatan, perlengkapan, hingga kebutuhan penanganan di lapangan.
Bantuan Pusat untuk Perkuat Kesiapan Alat dan Perlengkapan
Menurut Sujiwo, pemerintah daerah tidak hanya perlu melakukan penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan kemarau panjang.
"Bantuan-bantuan dari Bapak Presiden akan kita manfaatkan, salah satunya untuk mempersiapkan diri ketika terjadi kemarau panjang lagi. Kita sudah mempunyai peralatan dan perlengkapan, tinggal bagaimana kita memperkuat kesiapan kita," ujarnya.
Ia menegaskan kewaspadaan tetap dijaga meski kondisi karhutla mulai mereda. Seluruh unsur Forkopimda diminta tidak lengah menghadapi prediksi puncak El Nino pada 2027.
"Kita sedang merumuskan langkahnya. Walaupun karhutla sudah mulai reda, saya bersama Pak Kapolres dan seluruh Forkopimda tidak boleh lengah. Kita harus tetap mempersiapkan diri karena ada prediksi puncak El Nino pada 2027," kata Sujiwo.
Pemulihan Lahan Disesuaikan Kondisi Geografis Tiap Wilayah
Pemkab Kubu Raya akan mengkaji strategi pemulihan lahan perkebunan dan pertanian masyarakat yang terdampak karhutla. Sujiwo menegaskan penanganan lahan pascakebakaran tidak bisa memakai pendekatan seragam di setiap daerah.
Sejumlah opsi akan dibahas, mulai dari penanaman kembali pohon di kawasan tertentu, pembangunan saluran air, hingga penyediaan embung dan sumur bor untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
"Nanti akan kita rumuskan bersama. Apakah perlu dilakukan penanaman pohon di area-area tertentu, apakah perlu dibuat saluran-saluran air, embungnya di mana, sumur bornya di mana. Semua itu akan kita pertajam berdasarkan kondisi wilayah," jelasnya.
Upaya pemulihan lahan dinilai perlu berjalan beriringan dengan langkah pencegahan agar kawasan yang telah terdampak tidak kembali terbakar ketika cuaca kembali kering.
Forkopimda dan DPRD Dilibatkan dalam Perumusan Strategi
Perumusan strategi pemulihan akan melibatkan seluruh unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya. Koordinasi diperlukan agar upaya pemulihan sekaligus pencegahan karhutla dapat dilakukan secara terpadu.
"Kubu Raya pasti mempunyai cara tersendiri. Tidak bisa semuanya diseragamkan. Kita akan duduk bersama dengan Pak Kapolres, Forkopimda, Ketua DPRD, dan pihak terkait untuk menentukan langkah yang paling tepat bagi wilayah kita," pungkasnya.