PONTIANAK — BPJS Ketenagakerjaan bersama Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak menyerahkan kartu kepesertaan secara simbolis kepada 206 mahasiswa yang akan menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2026. Acara berlangsung di kampus setempat dengan disaksikan langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Lukas Ahen, serta Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Ikram.
Iuran Hanya Rp50.400 untuk Enam Bulan Perlindungan
Setiap mahasiswa peserta PPL mendapatkan dua program sekaligus: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Perlindungan ini berlangsung selama enam bulan penuh, mulai 22 Juli 2026.
Yang membuat program ini lebih ringan adalah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025. Aturan tersebut memberikan potongan iuran sebesar 50 persen bagi peserta. Alhasil, iuran yang harus dibayarkan untuk setiap mahasiswa hanya Rp50.400 untuk masa perlindungan setengah tahun.
Komitmen Kampus Beri Rasa Aman bagi Mahasiswa di Lapangan
STAKatN Pontianak secara konsisten mendaftarkan seluruh peserta PPL ke BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi dari risiko kerja selama mahasiswa berada di dunia kerja nyata.
"Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan cakupan kepesertaan kepada seluruh segmen pekerja, termasuk mahasiswa yang melaksanakan kegiatan praktik, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi," ujar Suhuri, Kepala BPJS Ketenagakerjaan.
Harapan Jadi Contoh bagi Institusi Pendidikan Lain
Pihak BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi komitmen STAKatN Pontianak yang konsisten memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswanya. Diharapkan langkah serupa bisa ditiru oleh institusi pendidikan lainnya di Kalimantan Barat.
Perlindungan sejak dini saat memasuki dunia kerja atau praktik lapangan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memberikan ketenangan bagi mahasiswa maupun keluarganya. Dengan iuran yang sangat terjangkau, program ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak peserta didik di masa mendatang.