SINGKAWANG — Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Iwan Kurniawan, menyatakan FGD ini menjadi wadah menghimpun ide kreatif dan praktik baik dari tiap daerah. Hasilnya diharapkan menghasilkan kesimpulan bersama di level Pemprov maupun kabupaten/kota.
"Target yang kita inginkan adalah kesamaan langkah dan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar, dimulai secara bersama-sama sehingga tidak parsial. Artinya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi kita bersama-sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar," kata Iwan.
Literasi, Numerasi, hingga Digitalisasi Sekolah
Iwan merinci empat isu yang dibahas dalam forum tersebut. Pertama, upaya bersama meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik.
Kedua, mitigasi dan langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang masih mengganggu aktivitas belajar. Forum menyoroti bagaimana menjaga kesempatan belajar dan mencegah penurunan konsentrasi siswa selama asap berlangsung.
"Sehingga kita perlu percepatan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi siswa," ujarnya.
Isu ketiga adalah program revitalisasi, khususnya memitigasi potensi-potensi penghambat jalannya program. Adapun isu keempat menyangkut optimalisasi pemanfaatan digitalisasi di sekolah untuk menunjang peningkatan hasil belajar peserta didik.
Saling Berbagi Solusi Antar Daerah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyebut FGD digelar untuk saling berbagi permasalahan pengelolaan pendidikan di Kalbar.
"Kita diskusikan di FGD ini untuk mencari solusi bersama," katanya.
Solusi tersebut diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan pelayanan pendidikan di semua daerah di Kalbar. Menurut Syarif, pengalaman baik dari masing-masing kabupaten/kota bisa ditiru daerah lain.
"Kita bahas satu-satu, mengenai pengalaman-pengalaman masing-masing kabupaten/kota yang sudah baik mungkin bisa di tiru, mudah-mudahan bisa menjadi solusi disetiap kabupaten/kota," ungkapnya.
Persepsi Strategi Seragam Jelang Tes Kemampuan Akademik
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi, menilai kegiatan ini sebagai salah satu strategi mendiskusikan program prioritas agar mutu pendidikan di Kalbar meningkat.
"Kita harus mempunyai persepsi strategi/metode yang sama sehingga mutu pendidikan di Kalbar bisa meningkat," katanya.
Dalam forum itu dibahas berbagai praktik dan metode baik, langkah-langkah yang akan dilakukan, serta sikap masing-masing dinas pendidikan dalam menyikapi kondisi pasca kabut asap maupun yang sedang berlangsung. Tahapan proses pendidikan yang harus dilaksanakan juga menjadi perhatian, terlebih menjelang penyelenggaraan tes kemampuan akademik (TKA).
"Itu juga harus dibahas dalam FGD ini," ujar Asmadi.