MEMPAWAH — Duka mendalam menyelimuti keluarga Peri Yanto di Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Kepergiannya yang terjadi saat tengah berpartisipasi memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Kedua pimpinan tertinggi TNI-Polri di Kabupaten Mempawah itu tiba di kediaman duka sekitar pukul 08.50 WIB. Kehadiran mereka disambut suasana haru dari keluarga yang tengah berduka.
Semangat Patriotisme yang Berujung Duka
Peri Yanto dikenal sebagai warga yang memiliki semangat kebangsaan tinggi. Ia mengembuskan napas terakhir setelah mengalami musibah ketika tengah memasang serta menyebarkan umbul-umbul dan bendera Merah Putih untuk menyambut momen kemerdekaan.
Aksi sukarela tersebut merupakan wujud nyata kecintaannya terhadap Tanah Air. Namun, takdir berkata lain, semangatnya itu harus berakhir dengan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Belasungkawa dari Dandim Mempawah
Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, menyampaikan rasa simpati secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa kepergian mendiang merupakan duka yang turut dirasakan bersama oleh seluruh jajaran TNI di wilayah setempat.
"Semoga mendiang Peri Yanto mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ungkapnya di sela-sela kunjungan.
Kapolres: Kehadiran Kami untuk Masyarakat
Senada dengan Dandim, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan dalam menghadapi masa duka ini.
"Kami turut berduka atas kepergian mendiang Peri Yanto. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan," ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Ade Chandra menekankan bahwa kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, institusi tersebut juga harus menjadi bagian dari kepedulian sosial, terutama ketika warga menghadapi musibah maupun kedukaan.
Silaturahmi yang Mempererat Hubungan Aparat dan Warga
Kegiatan sambang duka tersebut turut didampingi oleh Kapolsek Toho, Iptu Adi Putra Syamsudin, bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Mempawah.
Kehadiran jajaran TNI-Polri di rumah duka ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga yang berduka. Di sisi lain, momen silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, TNI-Polri kembali menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya saat masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika warga tengah menghadapi musibah dan kehilangan.