KUBU RAYA — Kepala Bagian Peralatan Biro Logistik Polda Kalbar, AKBP Ayun Kuswanaji, memantau langsung jalannya pembagian air bersih di lokasi. Ia menegaskan komitmen institusinya untuk mendampingi masyarakat dalam situasi sulit.
"Polda Kalbar selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu warga terdampak kabut asap dan kekeringan. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana," ujar Ayun di depan awak media.
Kemarau Panjang Bikin Sungai dan Sumber Air Warga Kering Total
Kalimantan Barat termasuk provinsi yang mengalami dampak karhutla di tengah fenomena El-Nino. Kemarau panjang diprediksi masih berlangsung sepanjang September 2026.
Kondisi itu membuat berbagai sungai dan sumber air warga mengalami kekeringan total. Krisis air bersih pun memicu ancaman serius bagi lingkungan sekitar.
ISPA hingga Diare Mengintai Warga di Wilayah Terdampak
Kasubbag Binfung Rumkit Bhayangkara Polda Kalbar, dr. Fujianto, menjelaskan berbagai potensi risiko kesehatan yang mengintai masyarakat. Menurutnya, gangguan kesehatan muncul akibat polusi udara dan krisis air bersih.
Kombinasi kabut asap dan kekurangan air bersih sangat rentan memicu berbagai penyakit. Mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga infeksi penyakit kulit.
"Kabut asap dan kekurangan air bersih dapat menyebabkan gangguan kesehatan, di antaranya ISPA, diare, dan penyakit kulit. Harapannya, selama adanya kabut asap dan kekeringan, masyarakat bisa terus sehat dan waspada," pungkas dr. Fujianto.
Layanan Kesehatan Gratis hingga Bantuan Air Bersih
Dalam bakti kesehatan di tengah permukiman warga, tim medis Polda Kalbar menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum. Warga juga menerima obat-obatan dan masker secara gratis.
Bakti sosial dilakukan dengan menyalurkan bantuan air bersih. Langkah ini untuk mengatasi krisis kekeringan yang menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.