Pencarian

Transaksi QRIS di Kalbar Tembus Rp6,5 Triliun Hingga Juni 2026, Didominasi Usaha Mikro

Senin, 17 Agustus 2026 • 15:59:31 WIB
Transaksi QRIS di Kalbar Tembus Rp6,5 Triliun Hingga Juni 2026, Didominasi Usaha Mikro
Transaksi QRIS di Kalimantan Barat tercatat mencapai 62,9 juta kali hingga Juni 2026, dengan nilai tembus Rp6,5 triliun.

PONTIANAK — Geliat transaksi nontunai di Kalimantan Barat menunjukkan akselerasi signifikan. Data terbaru Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS di provinsi itu mencapai 62,9 juta kali hingga Juni 2026, atau melonjak 131,97 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya mengungkapkan, jumlah merchant QRIS juga bertambah menjadi 552.673 unit atau naik 28,94 persen secara tahunan. Dari total tersebut, 74,17 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

"Perkembangan ini menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital di Kalimantan Barat," kata Doni dalam rangkaian kegiatan Pontianak Carnaval Khatulistiwa (Pacak), Pekan QRIS Nasional (PQN), dan Festival Rupiah Berdaulat (Febri) 2026 di Pontianak, Senin.

Pengguna Aktif Capai 24 Persen Populasi Dewasa

Jumlah pengguna QRIS di Kalbar kini mencapai 875,4 ribu orang. Angka ini meningkat 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan sekitar 24 persen dari populasi dewasa di provinsi tersebut.

Doni menjelaskan, pertumbuhan ini tidak lepas dari perluasan digitalisasi pembayaran di berbagai sektor. BI Kalbar telah mengaktifkan layanan QRIS Tap pada transportasi darat DAMRI, serta QRIS SAMPAN untuk moda transportasi air di kawasan Bardan-Siantan.

Digitalisasi juga menjangkau sektor ritel modern di Kabupaten Kubu Raya, memperluas ekosistem pembayaran digital hingga ke luar pusat kota Pontianak.

Dorongan Gubernur untuk Perluas Layanan Publik

Gubernur Kalbar Ria Norsan menilai digitalisasi pembayaran menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Melalui penyelenggaraan PQN 2026, ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperluas penggunaan QRIS pada pembayaran pajak, retribusi, pasar, parkir, hingga sektor pariwisata.

"Di saat yang sama, industri perbankan diharapkan terus menjaga keandalan sistem, memperluas edukasi digital, serta memberikan dukungan bagi pengembangan UMKM," ujar Norsan.

Selain mendorong digitalisasi, Norsan menyoroti potensi ekonomi kreatif Kalbar yang besar, mulai dari subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, hingga fesyen berbasis wastra daerah. Menurutnya, potensi itu perlu dikembangkan dengan melibatkan generasi muda agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing.

Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Percepatan adopsi QRIS di Kalbar menjadi indikator menguatnya ekonomi digital di luar Pulau Jawa. Dengan dominasi pelaku usaha mikro sebagai merchant, sistem pembayaran ini dinilai mampu menjadi jembatan bagi usaha kecil untuk terhubung dengan ekosistem keuangan formal.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan bergantung pada keandalan infrastruktur perbankan dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya di daerah pedalaman yang akses internetnya masih terbatas.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks