PONTIANAK — Sebanyak 27 CPNS lulusan IPDN Angkatan XXXIII menerima arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sebelum menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Pembekalan berlangsung di Ruang Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, dengan pendampingan dari Kepala BKD Provinsi Kalbar dan Kepala Baperida.
Para CPNS tersebut akan ditempatkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun tersebar di setiap kabupaten dan kota. Mereka diharapkan menjadi penguat kapasitas ASN di daerah, khususnya dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
Pesan Gubernur: Bekerja dengan Hati dan Disiplin
Ria Norsan menegaskan bahwa posisi ASN adalah pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Ia meminta para CPNS untuk segera beradaptasi dengan budaya kerja dan kearifan lokal di tempat penugasan masing-masing.
"ASN adalah pelayan masyarakat. Bekerja dengan hati, disiplin, jujur, dan profesional," ujar Norsan dalam arahannya.
Gubernur juga meminta ilmu pemerintahan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di IPDN dapat langsung diimplementasikan. Hal ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat.
Jangan Pernah Berhenti Belajar dan Mengikuti Teknologi
Di hadapan para CPNS, orang nomor satu di Kalimantan Barat itu mengingatkan agar proses menuntut ilmu tidak berhenti setelah menjadi aparatur sipil negara. Ia mendorong mereka untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan tidak malu bertanya.
"Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahad, jangan pernah merasa puas kalau menuntut ilmu. Ikuti kemajuan teknologi, jangan ketinggalan dan jangan pernah malu untuk bertanya," pintanya.
Karier ASN Ditentukan oleh Kinerja, Bukan Senioritas
Norsan memberikan gambaran realistis mengenai dinamika karier di lingkungan birokrasi. Menurutnya, perbedaan capaian karier di antara satu angkatan sangat mungkin terjadi dan bergantung pada komitmen individu sejak awal bekerja.
"Kalau yang memang serius dari awal, nah, kemudian bekerjanya dari mulai 80% sampai 100% (menjadi PNS). Nanti perbedaannya nampak. Ada yang satu angkatan, yang satu sudah jadi kepala dinas, yang satu baru jadi kasi. Bahkan ada yang masih staf juga, karena mau maju atau tidak ada pada diri kita bukan orang lain," pungkasnya.
Para CPNS lulusan IPDN ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas ASN di Kalimantan Barat, khususnya dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.