MELAWI — Operasi pencarian melibatkan warga, keluarga korban, aparat desa, dan tim SAR gabungan. Penyisiran difokuskan pada aliran Sungai Kapuas serta sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Kepala Kantor SAR Pontianak, Budiono, menyatakan korban merupakan warga Dusun Jaba, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara. Pencarian awal dilakukan warga di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum ditemukan.
Kronologi: Korban Hanyut Saat Mandi di Sungai
Peristiwa bermula ketika Reiold mandi di Sungai Kapuas pada Sabtu sore. Karena tidak bisa berenang, korban hanyut terbawa arus dan tenggelam.
"Korban mandi di Sungai Kapuas. Karena tidak bisa berenang, korban hanyut terbawa arus dan tenggelam," kata Budiono, Minggu (27/9/2026).
Usai kejadian, warga bersama keluarga korban dan aparat desa langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi. Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan operasi dengan menyisir aliran sungai.
Metode Pencarian Disesuaikan dengan Kondisi Arus
Tim menyesuaikan metode dan area penyisiran dengan kondisi arus Sungai Kapuas serta situasi di lapangan. Hingga pencarian berlangsung, korban belum ditemukan.
Arus sungai yang cukup deras menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola penyisiran. Tim membagi area pencarian ke beberapa titik yang diperkirakan dilalui korban.
Imbauan SAR: Awasi Anak Saat Bermain di Sungai
Budiono mengimbau masyarakat, terutama orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Jangan membiarkan anak mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan, terlebih bagi anak yang tidak bisa berenang," ujarnya.
Operasi pencarian terus dilanjutkan dengan menyisir aliran Sungai Kapuas di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR gabungan belum memberikan keterangan soal perkiraan radius pencarian berikutnya.