KALIMANTAN BARAT — Pabrikan asal Vietnam itu membeberkan strategi kepemilikan kendaraan listrik di ajang GIIAS 2026 kemarin. Melalui program bertajuk Drive Worry Free, VinFast mencoba menjawab empat keluhan klasik pemilik mobil listrik: biaya operasional, degradasi baterai, infrastruktur pengisian, dan depresiasi nilai jual.
Antonio Zara, CEO VinFast Southeast Asia, menegaskan bahwa kepemilikan kendaraan listrik tidak hanya soal produk, melainkan ekosistem pendukung selama masa pemakaian. "Kami berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi yang mencakup produk, infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, program pelanggan, hingga solusi mobilitas," ujarnya dalam rilis resmi yang diterima redaksi.
Jaminan Harga Jual Kembali Capai 80 Persen
Pilar paling menarik dari program ini adalah Ownership Confidence. VinFast berani memberikan jaminan nilai jual kembali hingga 80 persen sesuai ketentuan program. Skema ini secara langsung menjawab kekhawatiran depresiasi yang selama ini menjadi momok bagi calon pembeli mobil listrik di Indonesia.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata depresiasi mobil listrik di pasar sekunder yang biasanya jatuh drastis setelah tiga tahun pemakaian. Dengan skema ini, VinFast mencoba membangun rasa percaya bahwa aset kendaraan mereka tidak akan kehilangan nilai secara signifikan.
Pengisian Daya Gratis Hingga 2029 dan Garansi Baterai Seumur Hidup
Untuk menekan biaya operasional, VinFast menawarkan fasilitas pengisian daya gratis melalui jaringan V-GREEN hingga 31 Maret 2029. Klaim ini didukung oleh infrastruktur yang sudah berdiri di lapangan: lebih dari 3.200 titik pengisian daya eksklusif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, pilar Battery Peace of Mind memberikan perlindungan berupa Lifetime Battery Warranty. Garansi baterai seumur hidup ini menjadi nilai jual utama, mengingat baterai merupakan komponen termahal sekaligus paling krusial pada kendaraan listrik.
Jaringan Layanan Tersebar di 100 Titik, Dealer Terus Diperluas
VinFast saat ini mengoperasikan lebih dari 100 titik layanan purnajual di Indonesia. Jaringan ini akan terus diperkuat seiring bertambahnya basis pelanggan. Perusahaan juga telah memiliki lebih dari 40 showroom dealer dan berencana menambah hingga lebih dari 150 showroom dalam beberapa tahun ke depan.
Ekspansi ini penting karena cakupan layanan purnajual kerap menjadi pertimbangan utama pembeli mobil listrik di luar Pulau Jawa. Semakin luas jaringannya, semakin kecil risiko pemilik kesulitan mendapatkan perawatan berkala.
Mobil Bisa Dijadikan Sumber Pendapatan Tambahan
Pilar kelima, Business Confidence, menawarkan skema unik melalui program Rent to Earn with the Green SM Platform. Konsumen yang tidak menggunakan kendaraannya bisa menyewakan mobil tersebut melalui platform resmi VinFast untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Konsep ini mengubah kendaraan listrik dari sekadar alat transportasi menjadi aset produktif. Tentu saja skema ini tetap mengikuti persyaratan yang ditetapkan VinFast agar tidak mengganggu garansi dan kondisi kendaraan.
Model yang Tersedia di Indonesia
Untuk mendukung ekosistem ini, VinFast membawa portofolio lengkap ke pasar Indonesia. Deretan modelnya mencakup VF 3, VF 6, VF 7, dan VF MPV 7 untuk segmen penumpang. Pabrikan juga menghadirkan lini kendaraan Green seperti Nerio Green, Herio Green, dan Limo Green yang menyasar segmen komersial.
Dengan kombinasi jaminan harga jual, garansi baterai, dan infrastruktur yang terus dibangun, VinFast mencoba memposisikan diri bukan sekadar penjual mobil, melainkan penyedia solusi mobilitas listrik yang lebih tenang bagi konsumen Indonesia.