KUBU RAYA — Ketua Umum Kadin Kalbar Arya Risqi Darsono menyatakan pihaknya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayahnya untuk naik kelas. Dorongan itu ia sampaikan usai pembukaan rapimprov yang berlangsung serentak di 38 provinsi.
Menurut Arya, tantangan global yang semakin besar menjadi alasan utama mengapa UMKM Kalbar perlu segera meningkatkan kapasitas. Kadin menilai pelaku usaha daerah tidak bisa lagi bertahan hanya dengan pasar lokal.
Perbankan Jadi Kunci Penguatan Modal Usaha
Kadin Kalbar menyoroti pentingnya kehadiran perbankan yang lebih terasa bagi pelaku usaha. Jaringan kemitraan dengan perbankan nasional maupun Bank Kalbar terus diperkuat sebagai bagian dari strategi penguatan modal.
Arya menuturkan harapan agar dukungan lembaga keuangan tidak berhenti di tataran kebijakan. Ia ingin manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku usaha di lapangan.
"Kalbar ini tinggi lagi Kalau dari sisi penguatan jaringan atau kemitraan yang sudah dilakukan oleh Kadin Kalbar sendiri seperti apa perbankan dan juga baik perbankan nasional maupun perbankan Bank Kalbar Tapi memang harapannya kami ingin agar ada kehadiran perbankan itu juga bisa lebih terasa, khususnya di dalam dunia usaha," ujarnya.
Beban Usaha Naik Jika Suku Bunga Kembali Dinaikkan
Arya juga menyinggung risiko kenaikan suku bunga Bank Indonesia terhadap dunia usaha daerah. Menurutnya, setiap kenaikan suku bunga otomatis menambah beban ekonomi pelaku usaha, terutama UMKM yang marginnya tipis.
Meski begitu, Kadin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Arya menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota.
"Nanti kalau Bank Indonesia menaikkan suku bunga lagi, otomatis beban dari ekonomi di Kita khususnya dunia usaha, juga akan semakin tinggi, memang intinya kami Kadin adalah mitra strategis pemerintah. Kami mendukung apapun yang menjadi kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun provinsi dan kabupaten kota," terangnya.
Wagub Minta Kadin Jadi Pemeran Utama, Bukan Figuran
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kadin. Ia meminta Kadin Kalbar mengambil peran utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa dengan memanfaatkan kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat.
"Saya ingin Kadin menjadi pemeran utama bukan pemeran figuran, wujudkan cita-cita pendiri bangsa, pancasila, undang-undang dasar, dimana bumi, air, udara, kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.
Rapimprov kali ini menjadi penanda arah kerja Kadin Kalbar untuk periode berikutnya. Penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, dan kemitraan lintas sektor menjadi tiga pilar yang akan dijalankan bersama pemerintah daerah dan perbankan.