KAYONG UTARA — Perhelatan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana rampung tanpa kendala berarti. Di balik kelancaran acara yang dihadiri ribuan peserta dan tamu undangan itu, ada personel PLN yang berjaga 24 jam memastikan seluruh rangkaian kegiatan menyala tanpa gangguan.
Penutupan MTQ dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sumber Daya Manusia, Sefpre Kurniadi. Bupati Kayong Utara Romi Wijaya selaku tuan rumah turut hadir bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, peserta, dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Pengamanan Menyeluruh Sejak Sebelum Pembukaan
PLN tidak memulai pengamanan saat acara berlangsung. Sejak jauh hari, tim teknis telah melakukan inspeksi jaringan dan pemeliharaan peralatan di titik-titik strategis. Gardu distribusi hingga peralatan proteksi diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada potensi gangguan.
Pemetaan lokasi prioritas juga dilakukan agar respons cepat bisa diberikan apabila terjadi hal tak diinginkan. Personel disiagakan bergantian selama 24 jam, didukung kendaraan operasional, material cadangan, dan peralatan pendukung yang siap dipakai kapan saja.
Apresiasi Bupati: Listrik Kunci Kelancaran MTQ
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengapresiasi kesiapan PLN dalam mengawal kelistrikan sejak pembukaan hingga penutupan. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting agar seluruh agenda ibadah dan perlombaan berjalan khidmat.
"Listrik menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ ini. PLN telah memastikan seluruh kebutuhan kelistrikan selama kegiatan dapat terpenuhi dengan baik dan andal," ujar Romi dalam sambutannya.
Ia menyampaikan terima kasih secara khusus kepada PLN ULP Sukadana dan PLN UP3 Ketapang atas dedikasi personel di lapangan. "Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan serta kesiapsiagaannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sejak pembukaan hingga seluruh rangkaian MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara berakhir," tambahnya.
Koordinasi Intensif Jadi Kunci Antisipasi Dini
Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, mengatakan keberhasilan ini bukan kebetulan. Persiapan teknis yang matang dan koordinasi lintas instansi menjadi fondasi utama pengamanan kelistrikan.
"Alhamdulillah, pengamanan kelistrikan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dapat kami tuntaskan dengan baik. Sejak sebelum pembukaan, tim telah melakukan inspeksi jaringan, pemeliharaan peralatan, pemetaan lokasi prioritas, serta menyiagakan personel dan peralatan pendukung selama 24 jam," jelas Yusrizal.
Ia menegaskan pemantauan terus dilakukan hingga malam penutupan. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, panitia, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan setiap potensi kendala di lapangan diantisipasi sejak dini.
Komitmen PLN untuk Agenda Strategis Daerah
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan berkualitas. Keandalan listrik, kata dia, menjadi fondasi penting bagi terselenggaranya berbagai aktivitas masyarakat dan agenda strategis daerah.
"Keandalan listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi terselenggaranya berbagai aktivitas masyarakat dan agenda strategis daerah. Karena itu, PLN terus memperkuat kesiapan sistem, infrastruktur, personel, serta pola pengamanan untuk memastikan layanan kelistrikan tetap andal pada setiap momentum penting," ujar Maria.
Ia menambahkan, peran listrik semakin strategis seiring berkembangnya aktivitas sosial, pelayanan publik, dan perekonomian daerah. PLN akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Bagi PLN, keandalan tidak semata-mata memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan energi yang kami hadirkan mampu mendukung aktivitas sosial, pelayanan publik, kegiatan keagamaan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah," pungkas Maria.