KALIMANTAN BARAT — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan pembangunan fisik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dimulai pada November 2026. Dana sebesar Rp250 miliar dari pemerintah pusat disiapkan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan berstandar internasional di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) itu.
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan keberadaan SNT sangat strategis untuk memperkuat pendidikan dan membangun kapasitas SDM lokal. "Keberadaan SNT sangat strategis perkuat pendidikan SDM lokal," ujarnya di Penajam, Rabu.
Lahan 20 Hektare di Babulu Sudah Diserahterimakan
Proses pembangunan SNT kini memasuki tahapan akhir. Pemerintah kabupaten telah menandatangani berita acara serah terima (BAST) lahan dengan pemerintah pusat untuk lokasi pembangunan di Kecamatan Babulu.
Lahan seluas kisaran 20 hektare itu merupakan aset milik pemerintah kabupaten setempat. Dengan rampungnya proses administrasi tersebut, eksekusi pembangunan fisik tinggal menunggu waktu pelaksanaan.
Seleksi Ketat untuk 5.000 Calon Peserta Didik
Pemerintah kabupaten memperkirakan sekitar 5.000 calon peserta didik berpotensi mengikuti proses seleksi memperebutkan kursi di SNT. Meski diperuntukkan bagi pelajar daerah, akses masuk sekolah ini tidak otomatis terbuka.
Sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada standar internasional, sehingga proses seleksi berlangsung cukup ketat. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan SNT yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan gedung sekolah, tetapi juga mencetak generasi dengan kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi.
Peran Strategis bagi Daerah Mitra IKN
Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan daerah asal, terdekat, serta penyangga dan mitra IKN. Kondisi ini menuntut ketersediaan SDM lokal yang mampu mengambil peran dalam berbagai peluang pembangunan dan ekonomi yang terus berkembang di sekitar ibu kota negara.
Pembangunan SNT diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas SDM di daerah. Kehadiran sekolah ini menjadi salah satu upaya konkret menyiapkan generasi lokal menghadapi dinamika kawasan IKN.