KALIMANTAN BARAT — Belawan bukan sekadar tempat sandar kapal. Di balik aktivitas bongkar muat yang sibuk, ada ekosistem bisnis yang saling terhubung—mulai dari terminal peti kemas, jasa maritim, hingga pelayanan penumpang. Untuk memperkenalkan itu semua, Pelindo Regional 1 Belawan membawa 15 mahasiswa magang berkeliling ke sejumlah titik operasional pada Selasa (11/8/2026).
Dari Teori ke Lapangan: Menyusuri Lini Bisnis Pelabuhan
Kunjungan dimulai dari Kantor Pelindo Regional 1 Belawan dengan pemaparan profil pelabuhan. Para mahasiswa kemudian diajak menelusuri Terminal Peti Kemas Domestik yang dioperasikan PT Prima Multi Terminal (PMT). Di sana, mereka melihat langsung proses penumpukan dan pergerakan kontainer yang menjadi denyut nadi perdagangan domestik.
Perjalanan berlanjut ke Pelindo Jasa Maritim Regional 1, lalu ke PT Indonesia Kendaraan Terminal. Di lokasi ini, para peserta menyaksikan penanganan kendaraan, baik untuk ekspor maupun distribusi domestik. Rangkaian kunjungan ditutup di Pelindo Multi Purpose dan Terminal Penumpang Bandar Deli.
Setiap lokasi punya cerita dan tantangan operasional yang berbeda. Para mahasiswa tidak hanya melihat dari jauh—mereka berdiskusi langsung dengan petugas di lapangan, bertanya soal alur kerja, hingga memahami bagaimana setiap lini saling bergantung.
Mengapa Kunjungan Lapangan Penting bagi Mahasiswa Magang
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk melengkapi pengetahuan teoretis yang diperoleh mahasiswa di kampus. Menurutnya, Pelabuhan Belawan memiliki beragam aktivitas dan layanan yang saling terhubung, sehingga pengalaman langsung di lapangan menjadi nilai tambah selama masa magang.
Bagi mahasiswa, melihat langsung operasional pelabuhan membuka wawasan tentang kompleksitas logistik yang selama ini hanya mereka pelajari dari buku. Mereka juga mendapat gambaran tentang berbagai layanan dalam ekosistem Pelabuhan Belawan—mulai dari pelayanan peti kemas, jasa maritim, kendaraan, multipurpose, hingga pelayanan penumpang.
Program magang seperti ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa tidak hanya mengenal teori manajemen logistik, tetapi juga memahami bagaimana teori itu diterapkan dalam kondisi nyata yang penuh tekanan dan tuntutan efisiensi.
Pelabuhan Belawan sendiri merupakan salah satu pelabuhan tertua dan terpenting di Sumatera. Dengan ekosistem bisnis yang lengkap, kawasan ini menjadi laboratorium hidup bagi siapa pun yang ingin memahami industri maritim Indonesia. Bagi para mahasiswa magang, kesempatan turun ke lapangan ini adalah bekal berharga sebelum mereka memutuskan jalur karier di industri logistik dan kepelabuhanan.