KALIMANTAN BARAT — Artikel ini adalah analisis berdasarkan data spesifikasi dan harga yang dirilis untuk pasar Indonesia, bukan hasil uji jangka panjang. Fokusnya membantu kamu membandingkan tiga ponsel ZTE yang beredar saat ini: Blade A35, Blade A72, dan Nubia V60. Ketiganya punya segmen harga berbeda, dan pilihan terbaik sangat tergantung pada prioritasmu: baterai, performa, atau kapasitas penyimpanan.
ZTE Blade A35 (Rp999 Ribu): Termurah, Layar Mulus, tapi Chipsetnya?
Dengan harga di bawah Rp1 juta, Blade A35 jelas menyasar pengguna yang butuh ponsel untuk komunikasi dasar dan media sosial. Nilai jual utamanya ada di layar 6,75 inci IPS LCD dengan refresh rate 90Hz—fitur yang jarang ditemukan di kelas harga ini. "Live Island" ala iPhone juga menjadi daya tarik tersendiri untuk urusan notifikasi.
Namun, perlu dicatat: bahan rilis tidak menyebutkan chipset untuk model ini. Ini sinyal bahwa performa bukan fokus utama. RAM 4GB dan storage 64GB cukup untuk pemakaian ringan, tapi jangan berharap bisa multitasking berat atau main game kelas menengah.
- Kelebihan: Harga paling murah, layar 90Hz, baterai 5.000 mAh.
- Kekurangan: Chipset tidak disebutkan (indikasi performa minim), storage 64GB cepat penuh jika banyak foto/video.
ZTE Blade A72 (Rp1,6-1,7 Juta): Jagoan Baterai dengan Prosesor Unisoc
Naik kelas ke Blade A72, kamu dapat peningkatan signifikan di sektor daya tahan. Baterai 6.000 mAh dengan fast charging 22.5W adalah kombinasi solid untuk pemakaian seharian penuh, bahkan untuk mereka yang sering di luar ruangan. Ini nilai jual terbesarnya.
Soal performa, ZTE memasang chipset Unisoc T606 (12nm). Prosesor entry-level ini sudah umum di kelas Rp1 jutaan. Untuk penggunaan harian seperti scrolling media sosial, chatting, dan streaming, masih lancar. Untuk gaming berat, jangan berharap banyak. Layarnya masih 6,75 inci HD+ 90Hz, sama seperti adiknya. Kamera 13MP juga standar untuk kelasnya—cukup untuk foto dokumentasi di kondisi cahaya cukup.
- Kelebihan: Baterai 6.000 mAh paling besar di kelasnya, fast charging 22.5W, ada dua pilihan storage (64GB/128GB).
- Kekurangan: Chipset Unisoc T606 bukan untuk gaming, kamera 13MP biasa saja.
ZTE Nubia V60 (Rp1,899 Juta): RAM 8GB Menggiurkan, tapi Hati-hati dengan Chipset
Nubia V60 adalah pilihan paling menarik di atas kertas. RAM 8GB dan storage 256GB adalah kombinasi yang sangat lega untuk kelas harga ini. Desainnya dengan warna Nightfall Black juga memberi kesan lebih premium dibanding dua saudaranya. Kamera utama 50MP juga menjanjikan detail lebih baik.
Tapi, di sinilah catatan pentingnya. Bahan rilis tidak menyebutkan chipset untuk Nubia V60. Ini pertanyaan besar. Di kelas harga Rp1,8 jutaan, kamu sudah bisa mendapatkan ponsel dengan chipset MediaTek Helio G-series atau Snapdragon 4-series yang lebih mumpuni untuk gaming ringan. Jika Nubia V60 memakai chipset kelas entry-level, RAM 8GB hanya akan terasa sia-sia karena prosesornya menjadi bottleneck.
- Kelebihan: RAM 8GB dan storage 256GB sangat lega, kamera 50MP, desain lebih premium.
- Kekurangan: Chipset tidak disebutkan—risiko performa di bawah ekspektasi untuk harga segini.
Kesimpulan: Mana yang Worth It?
Pilihan kembali ke kebutuhanmu. ZTE Blade A35 cocok untuk kamu yang benar-benar butuh ponsel murah dengan layar nyaman, tanpa peduli performa. ZTE Blade A72 adalah pilihan paling masuk akal untuk pemakaian harian karena baterainya yang luar biasa, asalkan kamu bukan gamer. Nubia V60 hanya kami rekomendasikan jika kamu sangat membutuhkan storage besar dan RAM besar dengan budget terbatas, tapi sadar bahwa performanya bisa jadi titik lemahnya.
Untuk bujet Rp1,8 juta, kami sarankan untuk mengecek juga kompetitor dari Infinix, itel, atau realme yang biasanya menawarkan chipset lebih jelas dan performa lebih teruji. Jangan hanya tergiur angka RAM dan megapiksel di atas kertas—cari tahu dulu chipsetnya sebelum memutuskan membeli.