Pencarian

Tugu Insurance Buka Suara soal Merger BUMN Asuransi: Keputusan Masih Dikaji, Target Rampung 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:36:31 WIB
Tugu Insurance Buka Suara soal Merger BUMN Asuransi: Keputusan Masih Dikaji, Target Rampung 2026
Direktur Utama Tugu Insurance Adi Pramana menyampaikan keterangan pers terkait wacana merger BUMN asuransi di Jakarta, Kamis (6/8/2025).

KALIMANTAN BARAT — Wacana penggabungan perusahaan asuransi pelat merah kembali mencuat setelah Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya menyambut baik inisiatif konsolidasi yang digagas pemerintah, meski masih ada sejumlah aspek yang perlu dipelajari lebih lanjut.

"Pada prinsipnya kami menyambut baik, tapi akhir hasilnya seperti apa? Pasti kami akan tunggu hasil akhirnya bagaimana karena ini perlu suatu analisa yang dalam," ujar Adi dalam acara Literasi Asuransi Energi di Jakarta, Kamis (6/8).

Tugu Insurance sendiri, menurut Adi, sebelumnya telah dilibatkan dalam proses kajian yang dilakukan pemerintah bersama Indonesia Financial Group (IFG). Hingga kini, tim internal masih membahas berbagai skenario yang memungkinkan.

Banyak Anak Usaha, Persaingan Ketat

Salah satu alasan konsolidasi dinilai mendesak adalah banyaknya jumlah perusahaan asuransi BUMN yang saling tumpang tindih. Adi mengakui, saat ini jumlah anak perusahaan asuransi di bawah naungan TUGU masih cukup banyak. Kondisi ini diperparah dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menaikkan ketentuan modal minimum.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah pemain di industri, sehingga kompetisi menjadi lebih sehat. Alih-alih bersaing dalam hal harga, Tugu Insurance memilih fokus pada peningkatan kualitas pelayanan, sejalan dengan tagline perusahaan, simply trusting.

"Kami kompetisi di servis saja lah, basically seperti itu, nah jadi itu berlaku baik di industri manapun," kata Adi.

Peta Konsolidasi: Tiga Kelompok Usaha

Regulator tengah memantau ketat proses konsolidasi ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa pembahasan tidak hanya menyentuh perusahaan asuransi di bawah IFG, tetapi juga mencakup entitas milik BUMN lain seperti Pertamina, PLN, hingga bank-bank Himbara.

"Bagi kami sebagai regulator itu akan kita monitor mengenai konsolidasi seperti apa. Apakah yang jelas, perusahaan-perusahaan yang sejenis dijadikan satu asuransi umum. Tadinya ada beberapa asuransi jiwa jadi satu. Yang syariah juga ada beberapa, dijadikan satu asuransi umum syariah, ada asuransi jiwa syariah," jelas Ogi.

Langkah ini ditempuh untuk mengatasi struktur industri yang terfragmentasi selama puluhan tahun. Setiap BUMN cenderung membangun perusahaan asuransi sendiri sesuai kebutuhan bisnisnya, sehingga muncul banyak entitas dengan lini usaha yang beririsan dan efisiensi yang belum optimal.

Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, sebelumnya menargetkan proses konsolidasi ini rampung pada kuartal IV 2026. Dari sekitar 15 entitas yang ada saat ini, jumlahnya akan dipangkas menjadi tiga kelompok utama yang masing-masing berfokus pada asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Konsolidasi ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menciptakan industri asuransi BUMN yang lebih kuat dan kompetitif, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks