KALIMANTAN BARAT — Data terbaru menunjukkan lompatan laba yang signifikan pada sejumlah badan usaha milik negara. PT Adhi Karya membukukan kenaikan laba hingga 667 persen, menjadikannya salah satu perusahaan konstruksi dengan pertumbuhan tertinggi. PT Pupuk Indonesia menyusul dengan pertumbuhan 202 persen, sementara PT Pelindo mencatat kenaikan 169 persen.
Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi ekonom, tren ini menjadi indikator bahwa efisiensi operasional dan perbaikan tata kelola di tubuh BUMN mulai bekerja. “Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan nasional,” ujar Pakar Komunikasi dan Manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady.
Danantara dan Transformasi yang Mulai Terlihat
Fariza menambahkan, di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Menurutnya, pertumbuhan laba ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan program-program strategis pemerintah.
“Ini modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program strategis pemerintah dan menjadi fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.
Senada dengan Fariza, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata dari agenda transformasi perusahaan negara. “Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” jelas Dony.
Efisiensi dan Tata Kelola Jadi Kunci Ke Depan
Menurut Dony, pertumbuhan laba yang dicatat berbagai BUMN tidak hanya mencerminkan peningkatan efisiensi dan tata kelola perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi transformasi.
“Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.
Dengan kinerja yang terus membaik, publik berharap BUMN tidak hanya menjadi mesin pencetak laba, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.