Pencarian

Kapolda Kalbar Minta Penegakan Hukum Karhutla Terukur, Pencegahan dari Keluarga Jadi Prioritas

Rabu, 19 Agustus 2026 • 19:40:31 WIB
Kapolda Kalbar Minta Penegakan Hukum Karhutla Terukur, Pencegahan dari Keluarga Jadi Prioritas
Kapolda Kalbar menegaskan penegakan hukum karhutla dilakukan secara terukur dan profesional dalam dialog bersama Perkumpulan Merah Putih di Pontianak.

PONTIANAK — Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar memastikan aparatnya tidak akan serta-merta melakukan tindakan represif dalam menangani karhutla. Dalam dialog Silaturahmi dan Ngopi Bareng Mitra Strategis Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat di Rumah Adat Melayu Pontianak, Rabu (19/8/2026), ia menekankan pentingnya efek jera yang berkeadilan.

"Penegakan hukum tetap kita lakukan secara terukur dan profesional. Tujuannya memberikan efek jera, tetapi tetap memperhatikan kondisi masyarakat, kearifan lokal dan karakteristik geografis Kalimantan Barat," kata Alberd.

Edukasi Dimulai dari Lingkungan Terkecil

Alberd menilai pendekatan pencegahan jauh lebih efektif ketimbang menunggu api membesar. Ia mendorong pembangunan kesadaran soal bahaya karhutla dimulai dari keluarga dan lingkungan RT/RW, bukan hanya sekadar sosialisasi di atas kertas.

"Kita mulai dari keluarga, dari lingkungan terkecil. Masyarakat harus diberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan maupun kehidupan sosial," ujarnya.

Menurut dia, pemahaman tersebut krusial karena karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu gangguan kesehatan jangka panjang dan konflik sosial di tengah masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pencegahan

Kapolda menegaskan penanganan karhutla di Kalbar tidak bisa diserahkan kepada satu instansi saja. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, unsur kebencanaan, relawan, hingga tokoh masyarakat dinilai wajib diperkuat untuk membangun kesiapsiagaan.

"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus membangun kolaborasi dan sinergi lintas sektor, karena pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar," tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat akan menekan potensi kebakaran secara signifikan. "Semua harus bergerak bersama. Pemerintah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Kalau sinerginya kuat, potensi karhutla dapat kita tekan," katanya.

Perkumpulan Merah Putih Jadi Mitra Strategis

Dalam kesempatan itu, Alberd berharap Perkumpulan Merah Putih dapat menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Organisasi ini dinilai strategis untuk menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran pencegahan karhutla secara lebih luas.

Ia memastikan pendekatan yang dilakukan tetap memberikan kepastian hukum, namun tidak mengabaikan karakteristik sosial dan geografis daerah. "Penanganan karhutla di Kalimantan Barat harus memberikan kepastian hukum sekaligus tetap mempertimbangkan karakteristik sosial dan geografis daerah," pungkasnya.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks