BENGKAYANG — Lahan seluas dua hektare yang dulunya rusak akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, kini berubah menjadi hamparan jagung siap panen. Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab memimpin langsung panen perdana tersebut, Selasa, bersama kelompok tani dan perangkat desa setempat.
Dari lahan demplot tersebut, Polres Bengkayang berhasil memanen sekitar lima ton jagung. Benih yang digunakan adalah jagung hibrida NK 6172-Bt11xGA21 Perkasa Sakti sebanyak sekitar 25 kilogram.
Lahan Eks-PETI Disulap Jadi Lumbung Pangan
Syahirul mengatakan, keberhasilan ini sekaligus mematahkan asumsi bahwa lahan bekas tambang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, lahan tersebut justru bisa menjadi sumber pangan dan nilai ekonomi baru bagi warga.
"Saya turut berbangga karena hari ini kita bisa memanfaatkan lahan eks-PETI untuk ditanam jagung. Hasilnya hari ini bisa kita lihat bersama, jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan kita bisa melaksanakan panen," kata Syahirul di Bengkayang.
Polri Turun ke Sawah Dukung Swasembada Pangan
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Syahirul menegaskan bahwa Polri memiliki peran aktif dalam mendukung program pemerintah, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Tugas pokok Polri selain melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, Polri juga turun ke lapangan sebagai petani jagung untuk menanam jagung guna menyukseskan program ketahanan pangan," tegasnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur dan lahan kritis menjadi langkah strategis. Selain menghasilkan komoditas pangan, hal ini membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ajakan untuk Kelompok Tani dan Pemerintah Desa
Syahirul mengajak masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah desa untuk bersama-sama mengoptimalkan lahan kosong yang masih tersedia. Ia menilai masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Apabila Bapak dan Ibu memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, silakan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saya mengajak masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk terus mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur agar berdampak positif terhadap ekonomi warga," ujarnya.
Bantuan Sprayer untuk Kelompok Tani Panca Bengkayang
Dalam kesempatan yang sama, Polres Bengkayang menyerahkan alat penyemprot atau sprayer kepada Kelompok Tani Panca Bengkayang. Bantuan ini diharapkan membantu petani dalam melakukan perawatan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian ke depan.
Syahirul menambahkan, program penanaman hingga panen ini merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat. Ia menilai jagung memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
"Program penanaman dan panen jagung ini merupakan wujud nyata dukungan aktif Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan nasional," pungkasnya.