KALIMANTAN BARAT — Keputusan pengalihan saham ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria. Ia menyebut proses pengalihan dilakukan melalui skema hibah dari konsorsium BUMN ke pemerintah.
"Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Nasib PSBI dan Skema Pelunasan Utang
Dony belum memastikan apakah PT PSBI akan dibubarkan setelah seluruh sahamnya berpindah tangan. Ia hanya menegaskan prioritas utamanya adalah menyelesaikan proses pengalihan dengan baik agar persoalan utang proyek Whoosh segera tuntas.
"Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus," katanya.
Pengambilalihan ini terjadi setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Dony di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pertemuan itu membahas skema restrukturisasi utang yang membebani proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.
Purbaya menegaskan pelunasan utang tidak akan menggunakan uang negara secara langsung. Sebagai gantinya, Kemenkeu akan menugaskan dua Special Mission Vehicle (SMV) untuk mengelola pembayaran tersebut.
"Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," terang Purbaya.
Dana dari Keuntungan SMV, APBN Aman
Skema ini memungkinkan pembayaran utang kereta cepat bersumber dari keuntungan operasional dua SMV yang berada di bawah naungan Kemenkeu. Purbaya memastikan kapasitas anggaran kedua lembaga tersebut mencukupi untuk menutup kewajiban proyek.
"Ada dua (SMV). SMV kan punya untung juga kan, sebagian dialihkan ke situ keuntungan, kira-kira begitu gambaran kasarnya," jelas Purbaya.
Dengan pola ini, pemerintah menghindari tekanan langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pendapatan dari SMV menjadi bantalan fiskal yang dipakai untuk menyelesaikan kewajiban proyek yang dioperasikan PT KCIC.
Langkah ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai keberlanjutan finansial proyek Whoosh yang menelan biaya konstruksi besar. Pengalihan saham ke Kemenkeu juga mempertegas peran negara dalam pengelolaan aset strategis transportasi, meski operasional harian tetap berada di bawah PT KCIC.