Pencarian

Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Belum Turun, Penjualan Anjlok 18.900 Unit

Rabu, 23 September 2026 • 17:03:31 WIB
Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Belum Turun, Penjualan Anjlok 18.900 Unit
Penjualan sepeda motor listrik nasional baru mencapai 18.900 unit hingga Agustus 2026.

KALIMANTAN BARAT — Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia baru mencapai 18.900 unit hingga Agustus 2026, anjlok tajam dibanding 77.000 unit sepanjang 2024. Angka ini muncul saat insentif Rp 3 juta per unit masih tertahan di Kementerian Keuangan dan belum ada kepastian kapan cair. Industri menyebut ketidakpastian kebijakan sebagai penyebab utama masyarakat menunda pembelian.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya sudah menyiapkan petunjuk teknis pemberian insentif motor listrik. Regulasi teknis itu tinggal menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan menetapkan besaran dan mekanisme penyaluran.

"Kita menteri teknisnya sudah siap. Kalau Menteri Keuangannya menetapkan memberikan insentif, secara teknis regulasinya kita bisa," ujar Agus saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Anggaran Rp 3 Triliun untuk 1 Juta Unit Motor Listrik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut insentif yang bakal bergulir turun menjadi Rp 3 juta per unit, dari rencana awal Rp 5 juta per unit. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 triliun untuk menyasar 1 juta motor listrik produksi dalam negeri.

Purbaya memperkirakan penyerapan anggaran tahun ini tidak akan maksimal. Kapasitas produksi motor listrik nasional belum mencapai angka 1 juta unit, sehingga serapan insentif diprediksi hanya berkisar 100.000 unit hingga akhir tahun.

"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun," katanya di Jakarta.

Penjualan 2026 Terjun Bebas Dibanding Dua Tahun Terakhir

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi memaparkan data penjualan yang memperlihatkan penurunan drastis. Sepanjang 2024, penjualan motor listrik mencapai 77.000 unit berkat dukungan subsidi. Pada 2025, meski tanpa subsidi, penjualan masih bertahan di kisaran 70.000 unit.

Kondisi tahun ini jauh berbeda. Hingga Agustus 2026, penjualan baru menyentuh 18.900 unit. Budi menyebut kebijakan pemerintah yang "kadang ada, kadang tidak ada" membuat industri kehilangan kepastian dan konsumen memilih menunggu.

"Di tahun 2026, sampai dengan bulan Agustus, kami sekarang ini baru sekitar 18.900. Jadi sangat turun sekali. Kenapa demikian? Karena menyangkut masalah kebijakan pemerintah yang kadang ada, kadang tidak ada," ujar Budi dalam RDPU dengan Komisi VII DPR, Senin (21/9/2026).

Dampak ke Produsen dan Rencana Pemerintah

Budi menambahkan, pemerintah sempat menyampaikan rencana subsidi motor listrik pada awal tahun. Menteri Keuangan kemudian mengungkap rencana insentif sekitar Rp 3 juta. Namun hingga September, belum ada kepastian resmi yang bisa dijadikan acuan produksi.

"Namun sampai dengan bulan September, ini juga belum ada kabarnya. Jadi sangat juga menghambat menyangkut masalah penjualan sepeda motor listrik yang ada di Indonesia sekarang ini," katanya.

Keputusan pemberian insentif motor listrik kini ditunggu industri dan masyarakat. Jika PMK terbit, pemberian insentif bisa langsung berjalan dengan mengacu pada juknis yang sudah disiapkan Kementerian Perindustrian.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks