PONTIANAK — Upacara bendera perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak berlangsung khidmat. Sebanyak 73 siswa mengikuti jalannya peringatan HUT ke-81 RI dengan komposisi 19 siswa SD, 16 siswa SMP, dan 38 siswa SMA.
Kepala SRT 53 Pontianak Amirudin menyebut antusiasme para siswa sangat tinggi. Ia menilai upacara ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bukti nyata negara hadir untuk anak-anak dari kelompok desil satu dan desil dua.
Negara Hadir untuk Anak Miskin Ekstrem
"Bagi kami, upacara hari ini sangat berkesan karena menjadi penanda bahwa negara hadir bagi anak-anak yang berada di desil satu, desil dua, anak-anak miskin, dan miskin ekstrem," ujar Amirudin di Pontianak, Senin.
Para siswa yang bersekolah di SRT 53 Pontianak berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Hanya Kabupaten Ketapang yang belum terwakili pada angkatan pertama ini.
Selama mengikuti pendidikan, perkembangan positif mulai terlihat. Amirudin menyebut para siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan semangat belajar. Sebagian bahkan sudah menorehkan prestasi di bidang olahraga dan pengetahuan.
Pembentukan Karakter Lewat Tanggung Jawab
Keterlibatan siswa dalam upacara menjadi bagian dari pendidikan karakter. Mereka tidak hanya mempelajari makna kemerdekaan di dalam kelas, tetapi juga dilatih mengambil tanggung jawab dan tampil percaya diri di depan umum.
Salah satu siswa, Gergorius Marko Renaldi, mendapat kepercayaan menjadi pemimpin upacara. Siswa kelas XI asal Kabupaten Landak ini mengaku bangga sekaligus gugup karena menjadi pengalaman pertamanya memimpin upacara HUT RI di Sekolah Rakyat.
"Saya merasa lebih percaya diri karena sebelumnya juga pernah menjadi petugas upacara di sekolah lama. Hanya sedikit gugup karena hari ini ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pertama saya di Sekolah Rakyat," katanya.
Pesan untuk 73 Siswa: Manfaatkan Kesempatan Ini
Marko mengajak rekan-rekannya untuk tidak minder dan berani memanfaatkan berbagai kesempatan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesempatan yang diberikan pemerintah tidak boleh disia-siakan.
"Untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat, tetap semangat. Kalian mendapat kesempatan yang sama. Negara hadir untuk kalian. Manfaatkan kesempatan itu, mudah-mudahan cita-cita kalian bisa tercapai," tutur Amirudin.
Keberadaan SRT 53 Pontianak diharapkan mampu membebaskan anak-anak dari risiko putus sekolah. Pendidikan menjadi kunci bagi mereka untuk keluar dari jerat kemiskinan dan mengejar cita-cita yang selama ini terhambat keterbatasan akses.