KALIMANTAN BARAT — Jurnalis The Drive, Andrew P. Collins, menghabiskan satu pekan dan hampir 600 mil (965 km) di belakang kemudi GMC Sierra EV Denali 2026. Ia menggunakan truk listrik ini untuk perjalanan dari New York ke Maine, mengangkut kotak pindahan, dan menguji berbagai fitur unggulannya. Hasilnya? Sebuah kendaraan yang menurutnya menjadi favorit pribadi di antara semua mobil listrik yang pernah ia kendarai.
Performa Mesin dan Pengalaman Berkendara yang Mulus
Sierra EV Denali ditenagai motor listrik ganda (dual-motor e4WD) dengan baterai Ultium 205 kWh. Dalam mode Max Power, tenaga tembus 760 hp dan torsi 785 lb-ft. Namun, Collins mencatat bahwa akselerasinya terasa sangat bertenaga tanpa pernah terkesan agresif berlebihan.
Kualitas berkendara menjadi salah satu nilai jual utama. Sistem suspensi udara membuat perjalanan terasa mulus di berbagai kondisi jalan. "Truk ini terasa seperti membagi perbedaan sempurna antara kendaraan tugas berat dan mobil mewah," tulis Collins. Ia menambahkan bahwa kemudi roda belakang (rear-wheel steering) membuat manuver truk raksasa ini terasa lebih mudah dikendalikan.
Fitur Unggulan: Midgate dan Interior Mewah
Fitur paling revolusioner dari Sierra EV adalah sistem midgate. Jendela belakang dan kursi baris kedua dapat dilipat sehingga bak kargo menyatu dengan kabin. Hasilnya, ruang kargo horizontal mencapai hampir 11 kaki (134 inci) dari konsol tengah hingga ujung bak dengan pintu belakang terbuka. Collins menyebut fitur ini bukan sekadar gimmick—kaca belakang tersimpan aman di dalam sandaran kursi saat dilipat.
Interiornya dirancang dengan sangat baik. Semua titik sentuh, mulai dari jok kulit hingga tombol fisik, terasa premium. Head-up display (HUD) dinilai sempurna karena menampilkan navigasi, kecepatan, dan pengaturan cruise control dengan jelas namun tidak mengganggu. Sistem infotainment berbasis Google Maps berjalan secara native dan menunjukkan level baterai yang diprediksi saat tiba di tujuan, lengkap dengan opsi pengisian daya di sepanjang rute.
Kelemahan: Atap Kaca dan Tonneau Cover yang Menyebalkan
Meski banyak dipuji, ada beberapa kelemahan signifikan. Atap kaca panoramik (sunroof) menjadi keluhan utama. Collins mengaku harus memakai topi saat berkendara karena sinar matahari terlalu terik masuk ke kabin. Sistem AC kewalahan menjaga suhu tetap sejuk, terutama di musim panas.
Masalah lain adalah penutup bak kargo (tonneau cover) yang sangat berat dan rumit. "Saat harus melepasnya sepenuhnya dari rel, itu benar-benar neraka," ujar Collins. Ia juga menyayangkan kualitas trim kayu di kabin yang terasa murahan saat disentuh. Selain itu, sistem infotainment terlalu sensitif—menekan layar saja sudah cukup memicu peringatan "perhatikan jalan".
Perbandingan Harga dan Biaya Pengisian Daya
Dengan harga dasar USD 98.600 dan harga tes mencapai USD 103.715, Sierra EV Denali jelas bukan kendaraan untuk semua orang. Collins membandingkannya dengan rival seperti Tesla Cybertruck dan platform-mate-nya, Hummer EV. Ia juga mencatat bahwa biaya pengisian daya di stasiun publik hampir sama mahalnya dengan mengisi bensin truk konvensional 24 galon miliknya.
Namun, untuk pembeli yang mencari truk mewah dengan kemampuan angkut serius dan jarak tempuh listrik terpanjang di kelasnya, GMC Sierra EV Denali menawarkan paket yang sangat menarik. "Saya sedih harus mengembalikannya," tutup Collins dalam laporannya. GM menyediakan kendaraan ini selama tujuh hari untuk keperluan ulasan.