Pencarian

BEI Depak PT Bukit Asam dari IDX30, Saham Tambang Grup Bakrie Darma Henwa Masuk

Selasa, 28 Juli 2026 • 11:59:31 WIB
BEI Depak PT Bukit Asam dari IDX30, Saham Tambang Grup Bakrie Darma Henwa Masuk
PT Bukit Asam resmi dikeluarkan dari indeks IDX30 oleh Bursa Efek Indonesia.

KALIMANTAN BARAT — Keputusan BEI ini menjadi sinyal pergeseran peta likuiditas dan kapitalisasi pasar di bursa saham tanah air. IDX30 sendiri merupakan indeks yang memuat tiga puluh emiten dengan likuiditas tertinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental yang solid. Masuk atau keluarnya suatu saham dari indeks ini kerap menjadi perhatian investor karena bisa mempengaruhi aliran dana dari produk reksa dana atau ETF yang menempel pada indeks tersebut.

Kinerja Saham DEWA Melonjak, PTBA Tergelincir

Data perdagangan Senin (27/7) menunjukkan kenaikan harga saham DEWA yang signifikan. Saham perusahaan tambang milik Grup Bakrie ini ditutup stagnan di level Rp 442 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 17,98 triliun. Meski tak bergerak di sesi terakhir, dalam sebulan terakhir harga saham DEWA melesat 55,63 persen. Dalam sepekan, saham ini masih mencatatkan penguatan 0,45 persen.

Sebaliknya, nasib berbeda dialami PT Bukit Asam. Saham emiten pelat merah ini ditutup melemah 1,26 persen ke level Rp 2.360 per saham. Kapitalisasi pasar PTBA tercatat sebesar Rp 27,19 triliun. Dalam periode sebulan, saham PTBA masih mampu naik 3,06 persen, namun dalam sepekan terakhir justru terkoreksi 2,48 persen. Penurunan ini ikut mempengaruhi posisi PTBA di mata penyusun indeks.

Apa Arti Perubahan Ini bagi Investor?

Bagi investor ritel, perubahan komposisi IDX30 biasanya diikuti dengan aksi beli atau jual oleh manajer investasi yang portofolionya mengacu pada indeks tersebut. Masuknya DEWA ke IDX30 berpotensi mendorong permintaan saham ini dari institusi keuangan. Sementara itu, keluarnya PTBA bisa menekan volume perdagangan saham batu bara BUMN tersebut dalam jangka pendek.

Siklus evaluasi IDX30 dilakukan secara berkala oleh BEI. Periode efektif komposisi terbaru ini berlaku hingga 30 Oktober 2026. Investor disarankan mencermati fundamental emiten secara mandiri, bukan hanya mengandalkan status masuk atau keluarnya saham dari indeks tertentu.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks