KALIMANTAN BARAT — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat sejumlah indikator yang menandakan pemulihan penjualan mobil di Indonesia. Data wholesales — distribusi dari pabrik ke diler — pada periode Januari–Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Pertumbuhan positif di tengah tantangan industri otomotif ini diyakini bakal berlanjut sepanjang tahun.
“Bahkan berpeluang bergerak maju mendekati batas psikologis 1 juta unit yang terakhir kita capai di 2023,” ujar Patia Junjungan Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin di Jakarta, belum lama ini.
Rincian Penjualan Semester Pertama dan Target Akhir Tahun
Patia menjelaskan proyeksi resmi Kemenperin untuk penjualan nasional 2026 adalah minimal 850.000 unit. Namun, momentum pemulihan yang terlihat sejak awal tahun membuka peluang lebih besar. Capaian 1 juta unit terakhir kali diraih pada 2023, dan lembaga tersebut optimistis pola serupa bisa terulang.
Faktor pendorong utama adalah program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau kendaraan roda empat rendah emisi. Saat pertama diterapkan, hanya dua perusahaan industri perakitan yang tergabung, mencakup 142 perusahaan bahan baku dan komponen lokal. Per Januari 2024, jumlah peserta membengkak menjadi 16 perusahaan perakitan dengan jaringan 322 pemasok nasional.
“Ini merepresentasikan peningkatan masif sebesar 127 persen pada rantai pasok lokal yang sekaligus memberikan dampak sosial-ekonomi sangat riil melalui penyerapan 195.000 orang tenaga kerja secara langsung,” tegas Patia.
Model Terlaris Juni 2026: Toyota Mendominasi, Jaecoo J5 EV Satu-satunya dari Tiongkok
Data wholesales Juni 2026 menempatkan varian Toyota Kijang Innova Zenix dan Innova Reborn di puncak dengan 4.967 unit. Diikuti Daihatsu Gran Max Pick Up yang berkontribusi 4.782 unit. Model Toyota lain yang masuk 10 besar antara lain Avanza, Calya, Veloz Hybrid, dan Rush.
Menariknya, Jaecoo J5 EV menjadi satu-satunya mobil dari produsen Tiongkok yang menembus daftar tersebut dengan penjualan 3.041 unit. Hal ini menunjukkan penetrasi kendaraan listrik asal China mulai diterima pasar Indonesia meskipun persaingan masih didominasi merek Jepang.
Kemenperin berkomitmen memperkuat strategi akselerasi industri otomotif nasional lewat kebijakan LCEV. Peningkatan partisipasi pemasok lokal disebut sebagai fondasi untuk menjaga pertumbuhan penjualan tetap berkelanjutan, dengan target akhir 2026 yang kian mendekati level pra-pandemi.