KALIMANTAN BARAT — Ford dan Geely akhirnya mengonfirmasi kabar yang telah beredar sejak Mei lalu. Keduanya resmi membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk memproduksi kendaraan energi baru di pabrik Ford Valencia, Spanyol. Dalam struktur kepemilikan, Ford memegang 66% saham, sementara Geely menguasai 34% sisanya.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan persaingan ketat dari produsen China seperti BYD dan MG yang membanjiri pasar Eropa dengan mobil listrik murah. Dengan menggabungkan volume produksi di satu pabrik, Ford dan Geely berharap bisa menekan biaya produksi per unit secara signifikan.
Crossover Multi-Energy Ford dan Dua SUV Listrik Geely
Dalam kerjasama ini, Ford akan meluncurkan sebuah crossover multi-energy anyar yang diklaim siap meluncur pada 2028. Model ini kemungkinan besar akan menggunakan platform GEA (Global Intelligent Electric Architecture) milik Geely, yang mendukung varian listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Geely sendiri akan memproduksi dua SUV listrik di pabrik yang sama. Salah satunya diduga kuat adalah E2, versi rebadge dari EX2 yang menjadi mobil listrik terlaris di China pada 2025. Langkah ini sekaligus menjadi cara Geely untuk menghindari tarif impor Uni Eropa sebesar 18,8% untuk kendaraan listrik buatan China.
Bronco Kompak Siap Ramaikan Segmen Petualang
Selain crossover, Ford juga akan menyematkan lini Bronco ke pabrik Valencia. Model ini digambarkan sebagai Bronco kompak yang "tangguh, siap petualangan" dengan pilihan powertrain multi-energy, termasuk varian plug-in hybrid (PHEV). Ford sebelumnya sudah mengisyaratkan bahwa Bronco generasi baru tidak hanya mengandalkan mesin bensin semata.
Menariknya, model Bronco kompak ini akan diproduksi di Eropa, bukan di Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan Ford serius memperkuat lini kendaraan petualangnya di pasar global tanpa harus bergantung pada kapasitas pabrik di AS.
Kutipan Eksekutif: “Kami Tidak Punya Waktu Menunggu”
Jim Baumbick, President of Ford Europe, menegaskan urgensi di balik aliansi ini. “Kami memilih mitra yang bersedia berinvestasi bersama kami di manufaktur Eropa dan bersaing di lapangan yang setara, membangun di Eropa, untuk Eropa, dan bermain dengan aturan yang sama,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
“Kami tidak punya waktu untuk menunggu para pembuat kebijakan selesai memperdebatkan reformasi. Kami bertindak sekarang untuk membangun sistem industri yang kompetitif,” tambah Baumbick.
Kuga Tetap Produksi, Peluang Teknologi ADAS Mengintai
Ford memastikan model Kuga, salah satu plug-in hybrid terlaris di Eropa, akan tetap diproduksi di Valencia selama masa transisi. Sementara itu, laporan Reuters menyebutkan bahwa Ford dan Geely juga telah membahas kemungkinan berbagi teknologi baru, termasuk sistem mengemudi otonom dan ADAS canggih. Jika terealisasi, ini bisa menjadi nilai tambah besar bagi model-model Ford di masa depan.
Proses produksi di Valencia dijadwalkan dimulai pada paruh pertama 2027, dengan kendaraan pertama keluar dari jalur perakitan pada 2028. Semua masih menunggu persetujuan regulasi, namun arah strategis Ford di Eropa sudah jelas: kolaborasi adalah kunci untuk bertahan dan bersaing.