KALIMANTAN BARAT — Asosiasi Produsen Mobil Vietnam (VAMA), Hyundai Thanh Cong Vietnam (HTV), dan VinFast mencatat penjualan nasional mencapai 328.818 unit pada Januari–Juni 2026. Lonjakan ini setara lebih dari 74.000 unit dibandingkan semester I 2025. Data gabungan ketiga lembaga itu dirilis pekan lalu dan menjadi tolok ukur utama kesehatan pasar otomotif Vietnam.
VinFast Dominasi Pangsa Pasar Kendaraan Listrik
VinFast mencatat pengiriman 115.000 kendaraan listrik pada semester I 2026, naik 48.000 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mengokohkan posisi VinFast sebagai pemain dominan di segmen EV Vietnam. Pangsa pasar kendaraan listrik terhadap total penjualan mobil baru kini mencapai sekitar 35 persen.
Pertumbuhan ini didorong ekspansi jaringan dealer dan peluncuran model-model terbaru sepanjang 2025 hingga awal 2026. Produsen asal Vietnam itu juga diuntungkan insentif pajak kendaraan listrik yang masih berlaku di negaranya.
SUV dan Hybrid Tumbuh Signifikan, Sedan Mulai Ditinggalkan
Data VAMA menunjukkan pergeseran preferensi konsumen dari sedan ke SUV terus berlanjut. Total penjualan SUV pada semester I 2026 menembus 40.000 unit, naik lebih dari 7.000 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen ini didorong model-model baru yang menawarkan ground clearance tinggi dan kabin luas.
Kendaraan hybrid (bensin-listrik) mencatat pertumbuhan 48 persen dengan total penjualan 10.865 unit dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini menandakan konsumen Vietnam mulai melirik teknologi elektrifikasi sebagai solusi efisiensi bahan bakar tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni.
Proyeksi Daya Beli: Melambat Sebelum Kembali Menguat
Meskipun data penjualan semester I menunjukkan tren positif, para analis memperkirakan daya beli masyarakat Vietnam akan melambat dalam jangka pendek. Proyeksi dalam laporan VAMA menyebutkan pasar baru akan kembali bergairah mulai paruh kedua kuartal III 2026. Faktor musiman dan kebijakan moneter disebut sebagai penyebab utama perlambatan sementara ini.
Kendati demikian, arah pergeseran pasar sudah jelas: dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik dan hybrid, serta dari mobil rendah ke mobil bertinggi (SUV). Produsen yang tidak memiliki portofolio elektrifikasi atau model SUV diprediksi akan kesulitan mempertahankan pangsa pasar di Vietnam dalam dua hingga tiga tahun ke depan.