KUBU RAYA — Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. Menurutnya, masyarakat Hakka harus menjadi penggerak utama, bukan sekadar penonton, dalam pembangunan Kalimantan Barat.
“Budaya Adalah Kekuatan, Jati Diri Kita”
Dalam sambutannya, Krisantus menyebut bahwa masyarakat yang terus melestarikan budayanya adalah masyarakat yang tidak akan punah ditelan masa. Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh menghilangkan jati diri masyarakatnya.
“Justru dengan budaya yang tetap lestari, kita memiliki karakter yang membedakan Kalimantan Barat dengan daerah lain,” ujarnya.
Tantangan Globalisasi dan Peran Generasi Muda
Krisantus menyoroti derasnya arus modernisasi yang menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan budaya lokal. Ia mendorong generasi muda Hakka untuk mengenal, mencintai, dan mewariskan nilai-nilai leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Menurutnya, keberagaman budaya yang terjaga justru akan menjadi kekuatan sekaligus daya tarik tersendiri bagi Kalimantan Barat yang merupakan rumah bersama bagi 24 suku.
Komitmen Keamanan dan Toleransi
Wagub juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menjaga keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat majemuk. Ia memastikan tidak akan mentolerir kelompok atau organisasi mana pun yang mengganggu ketenteraman.
“Mengenai masalah keamanan, jangan khawatir. Saya berkomitmen tidak mentolerir kelompok ataupun organisasi mana pun yang mengganggu ketenteraman masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat Hakka Harus Jadi Pemain Utama di Sektor Ekonomi
Di luar isu budaya, Krisantus mendorong masyarakat Hakka mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia menilai semangat kewirausahaan yang melekat pada komunitas ini merupakan modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalbar.
“Saya ingin masyarakat Tionghoa tidak menjadi penonton di Kalbar, tetapi menjadi pemain utama. Potensi Kalimantan Barat sangat besar,” ujarnya.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, akan memberikan pembinaan, edukasi, serta kemudahan perizinan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara sehat dan berkelanjutan.
Momentum Mempererat Persaudaraan
Peringatan HUT ke-12 Hakka Kalimantan Barat berlangsung di Rumah Hakka “Tulou” dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, jajaran pengurus, serta ratusan warga. Acara itu tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen menjaga harmoni serta keberagaman.
Krisantus berharap momentum ini semakin memperkokoh persatuan dan meningkatkan kontribusi masyarakat Hakka dalam mendukung pembangunan daerah.