Pencarian

Penjualan EV Global Tembus 2 Juta Unit Juni 2026, Eropa Kian Kokoh Sementara Amerika Serikat Justru Merosot

Jumat, 10 Juli 2026 • 16:22:01 WIB
Penjualan EV Global Tembus 2 Juta Unit Juni 2026, Eropa Kian Kokoh Sementara Amerika Serikat Justru Merosot
Penjualan kendaraan listrik global mencapai 2 juta unit pada Juni 2026 dengan Eropa mencatat rekor tertinggi.

KALIMANTAN BARAT — Benchmark Mineral Intelligence merilis data penjualan kendaraan listrik global yang menunjukkan tren pemisahan yang kian jelas antara pasar utama dunia. Eropa mencetak rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang masa pada Juni 2026, sementara Amerika Utara justru mencatatkan penurunan 20 persen secara year-to-date.

Eropa: Rekor Penjualan Berkat Insentif dan Mobil Listrik Murah

Pasar Eropa mencatat lonjakan penjualan EV sebesar 28 persen secara month-to-month dan 31 persen year-on-year pada Juni 2026. Perancis, Denmark, Spanyol, dan Portugal masing-masing menorehkan rekor penjualan bulanan baru.

Di Perancis, Renault menguasai 20 persen pangsa pasar EV berkat model Twingo terbaru yang mulai terkirim dalam jumlah besar musim semi lalu. Mobil kecil itu langsung menjadi EV terlaris ketiga di Perancis. Sementara itu, Volkswagen Group mulai mengirimkan keluarga EV terjangkau seperti ID.Polo, Cupra Raval, dan Skoda Epiq ke seluruh Eropa pada Juni.

“Eropa tetap menjadi mesin utama pertumbuhan setelah bulan rekor lainnya untuk penjualan EV,” ujar George Whitcombe, Analis Senior EV Benchmark Mineral Intelligence. Ia menambahkan bahwa gelombang mobil listrik kecil yang mulai menguntungkan secara bisnis menjadi kunci mendorong adopsi massal di kawasan tersebut.

AS Jatuh, Kanada Justru Buka Keran Impor EV China

Berbeda dengan Eropa, Amerika Serikat mencatat penjualan EV regional turun 20 persen sepanjang 2026. Benchmark mengaitkan penurunan ini langsung dengan keputusan Kongres menghentikan kredit pajak konsumen untuk EV pada September 2025.

GM dan Ford bahkan mengalami penurunan penjualan yang lebih dalam dari rata-rata pasar AS, karena kedua raksasa otomotif itu masih merombak strategi kendaraan listrik mereka. Sementara itu, Kanada justru mencatat pencapaian berbeda: Lotus mengirimkan SUV listrik Eletre buatan China ke negara tersebut pada awal Juli 2026. Pengiriman ini dimungkinkan oleh perjanjian tarif kuota yang memungkinkan 49.000 unit EV China masuk dengan tarif hanya 6,1 persen, turun drastis dari bea masuk 100 persen sebelumnya.

China: Pasar Domestik Lesu, Ekspor Jadi Andalan Baru

Pasar domestik China justru menunjukkan kelemahan. Penjualan EV di China turun 11 persen year-on-year pada Juni 2026, dengan angka year-to-date merosot 14 persen. Sebagai respons, pabrikan China menggenjot ekspor. Hampir 500.000 unit new energy vehicle (NEV) dikirim ke luar negeri pada Juni, memecahkan rekor pengiriman bulanan.

Uni Eropa menjadi salah satu target utama. Setelah UE memberlakukan tarif pada EV baterai China pada 2024, banyak pabrikan beralih ke plug-in hybrid. Strategi itu berhasil: penjualan PHEV buatan China di Eropa terus meningkat. Namun, situasi bisa berubah jika Komisi Eropa memperluas tarif ke kendaraan tersebut.

Secara global, data Benchmark memperkuat tren sepanjang 2026: Eropa semakin kokoh sebagai pasar EV dengan pertumbuhan tercepat, China mengandalkan ekspor untuk mengompensasi perlambatan domestik, dan AS terus membayar mahal atas kebijakan insentif yang dimundurkan.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks