JAKARTA — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima langsung tiga penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026 yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Pusat. Capaian ini menempatkan Kalbar sebagai salah satu daerah yang mulai diperhitungkan dalam peta pengembangan ekonomi syariah nasional.
Tiga Kategori Penghargaan yang Diraih Kalbar
Penghargaan pertama dan tertinggi diraih pada Kategori Wakaf, di mana Kalbar berhasil menempati Peringkat 1 Nasional. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan inovasi dalam pengelolaan serta pemberdayaan wakaf produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kategori kedua adalah Ekonomi Pesantren, dengan raihan Peringkat 5 Nasional. Keberhasilan ini dinilai dari program inkubasi bisnis dan pemberdayaan santri yang mendorong kemandirian ekonomi pesantren di Kalbar. Sementara itu, penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region diberikan sebagai apresiasi atas kemajuan pesat daerah tersebut sebagai kawasan ekonomi syariah baru.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Gubernur Ria Norsan menyebut capaian ini bukan hasil kerja pemerintah semata, melainkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari perbankan syariah, lembaga wakaf, hingga komunitas pesantren yang selama ini bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah di Kalbar.
"Prestasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengakselerasi ekonomi syariah sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan," ujar Norsan usai menerima penghargaan.
Wapres Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah Harus Utamakan Pemerataan
Wakil Presiden RI ke-13 yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional, KH. Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan. Menurutnya, keberhasilan sektor ini harus diukur dari dampak nyata dalam mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, dan memberdayakan UMKM.
"Pembangunan ekonomi syariah tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan (growth), tetapi harus mengutamakan pemerataan (equity) dan kemaslahatan bagi masyarakat luas," tegas Ma'ruf Amin dalam sambutannya.
KNEKS: Penghargaan Jadi Instrumen Strategis Perkuat Kolaborasi
Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub, menjelaskan bahwa Anugerah Adinata Syariah bukan sekadar seremoni. Acara ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, dan media.
"Fitrah KNEKS adalah sebagai orkestrator untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," ujar Al Aiyub. Ia menambahkan, ekosistem ekonomi syariah Indonesia kini telah berkembang secara komprehensif, meliputi sektor keuangan syariah, keuangan sosial seperti zakat dan wakaf, hingga industri halal.
Langkah Selanjutnya: Integrasi Wakaf Produktif dan Ekonomi Pesantren
Gubernur Norsan menyatakan bahwa ke depan pihaknya akan terus mengintegrasikan pengembangan wakaf produktif dan ekonomi pesantren. Kedua sektor ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
"Capaian ini kami harapkan menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus memperkuat implementasi nilai-nilai ekonomi syariah, baik dalam kehidupan sehari-hari, dunia usaha, maupun tata kelola pemerintahan," jelasnya.