KUBU RAYA — Wakil Bupati Kubu Raya mendorong warga untuk tidak sekadar menjalankan ritual kurban, tetapi juga menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pesan ini disampaikan menyambut perayaan Idul Adha, momen yang menurutnya sarat akan nilai pengorbanan dan solidaritas.
Menurut Wabup, semangat kurban sejatinya adalah tentang keikhlasan berbagi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur desa hingga tokoh agama, untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat akan pentingnya gotong royong dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
"Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi bagaimana daging itu bisa sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan," ujarnya. Ia menambahkan, distribusi yang tepat sasaran menjadi kunci agar ibadah kurban memberikan manfaat maksimal bagi warga kurang mampu.
Wabup mengimbau warga yang mampu untuk menyalurkan hewan kurban melalui masjid atau panitia yang telah terverifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pendistribusian berjalan tertib dan merata, terutama ke wilayah pelosok yang kerap luput dari jangkauan bantuan.
Ia juga mengingatkan agar proses penyembelihan dan pembagian daging dilakukan sesuai protokol kesehatan jika masih diperlukan. "Kita ingin semangat berbagi ini tidak menimbulkan masalah baru, justru harus menjadi solusi bagi warga yang kesulitan," tegasnya.
Seruan Wabup ini mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh masyarakat di Kubu Raya. Beberapa kelurahan dan desa telah mulai mengkoordinasikan pengumpulan hewan kurban secara kolektif. Mereka berharap, semangat yang digaungkan oleh pemimpin daerah ini bisa menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan hanya saat hari raya tiba.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri, melalui dinas terkait, terus mendorong transparansi dalam pengelolaan daging kurban. Hal ini dilakukan agar tidak ada warga yang merasa ditinggalkan di tengah momen kebersamaan tersebut.