SAMBAS — Tradisi saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga saat Idul Adha masih terasa kuat di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Berdasarkan pantauan, tradisi ini berlangsung di Kecamatan Jawai, Tekarang, Teluk Keramat, Sejangkung, hingga Kecamatan Sajad.
Suasana Lebaran yang Sama dengan Idul Fitri
Sahrul, salah seorang warga Kecamatan Jawai, mengungkapkan bahwa perayaan Idul Adha di daerahnya dirayakan semeriah Lebaran Idul Fitri atau 1 Syawal. Warga masih saling bersilaturahmi dari rumah ke rumah, sebuah tradisi yang terus dirawat turun-temurun.
"Suasana lebaran di Jawai ini kami masih rayakan, sama halnya seperti lebaran Idul Fitri, kami menyediakan kue-kue untuk keluarga, tetangga dan kerabat yang ingin bertamu," ujar Sahrul, Kamis (28/5/2026).
Perekat Hubungan Sosial dan Pelestarian Kuliner
Menurut Sahrul, momen Lebaran Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi perekat hubungan sosial antarwarga. Tradisi ini dinilai penting untuk terus dilestarikan agar silaturahmi semakin kuat.
"Lebaran ini kan seperti tradisi yang harus kita jaga, kita saling silaturahmi, kembali merekatkan hubungan sesama warga," katanya.
Selain silaturahmi, momentum Idul Adha juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali kue lapis khas Melayu Sambas. Hampir setiap rumah warga membuat kue lapis dan aneka kue kering sebagai hidangan wajib saat tamu datang.
"Tradisi kita kan selalu ada membuat kue lapis untuk lebaran, ada juga kue kering, ini juga bagian untuk melestarikannya, sehingga banyak orang mengenal kue lapis dari Sambas," ungkap Sahrul.
Apa yang Membuat Tradisi Ini Berbeda?
Berbeda dengan daerah lain yang umumnya hanya merayakan Idul Fitri dengan tradisi mudik dan halalbihalal, masyarakat Melayu di Sambas justru memperlakukan Idul Adha dengan antusiasme yang sama. Suasana hangat penuh keakraban terlihat di setiap sudut desa, lengkap dengan hidangan khas yang memperkaya identitas kuliner lokal.