KALIMANTAN BARAT — Final Liga Champions mempertemukan Arsenal dan PSG di Budapest. Laga sengit harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu.
Keputusan Berani Arteta: Bek Tengah Jadi Algojo
Mikel Arteta mengambil keputusan yang mengejutkan banyak pihak. Ia menunjuk Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor penalti Arsenal, bukan pemain depan seperti Bukayo Saka atau Martin Odegaard yang biasa menjadi andalan.
“Gabriel adalah salah satu pemain dengan mentalitas paling kuat di skuad ini. Ia tidak pernah gentar dalam situasi tekanan tinggi,” ujar Arteta dalam konferensi pers usai pertandingan.
Mental Baja Gabriel Jadi Pertimbangan Utama
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara sembarangan. Arteta mengaku sudah mengamati latihan penalti para pemainnya selama sepekan terakhir.
“Latihan memang berbeda dengan pertandingan sesungguhnya. Tapi Gabriel konsisten dalam menempatkan bola ke sudut gawang. Ketika saya tanya siapa yang siap, dia langsung angkat tangan,” tambah Arteta.
Eksekusi Gabriel pun berhasil. Tendangan kerasnya ke pojok kiri tak mampu dijangkau kiper PSG. Momen ini menjadi titik balik mental Arsenal di babak tos-tosan.
Arsenal Juara Usai Adu Penalti Dramatis
Arsenal akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 5-4 dalam adu penalti. Gabriel Magalhaes sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor kedua The Gunners. Keputusan berani Arteta terbukti tepat di panggung terbesar Eropa.
Ini menjadi gelar Liga Champions pertama bagi Arsenal sejak musim 2005/2006. Trofi ini sekaligus mengakhiri puasa gelar Eropa yang sudah berlangsung hampir dua dekade.