KALIMANTAN BARAT — Kabar duka menyelimuti lingkungan militer dan politik nasional. Ryamizard Ryacudu, tokoh yang pernah menjabat Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi langsung kabar tersebut. "Benar, kami mendapat informasi berita duka cita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD," kata Rico saat dikonfirmasi.
Perjodohan di Tengah Medan Konflik
Ryamizard bukanlah sosok yang tumbuh dari keluarga biasa. Ayahnya, Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu, adalah perwira tinggi TNI AD yang memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Soekarno. Darah militer itu mengalir deras hingga Ryamizard memilih karier sebagai tentara. Namun, tak banyak yang tahu bahwa karier cemerlangnya juga menarik perhatian keluarga besar militer kelas atas.
Pada 1986, Ryamizard bertugas sebagai Wakil Komandan Batalyon di Timor Timur. Di sana ia bertemu Nora Tristyana, yang tengah menjalankan tugas PTT Kedokteran di daerah konflik. Ryamizard terpesona, namun sebagai prajurit disiplin, ia memilih memendam perasaan. Baru pada 1987, saat tugas Nora berakhir dan ia harus kembali ke Jakarta, Ryamizard memberanikan diri menyatakan cinta dengan lugas. "Saya suka sama kamu. Kamu mau terima saya atau tidak?" katanya kala itu.
Restu Sang Panglima dan Pernikahan Tanpa Bulan Madu
Nora ternyata juga menyimpan rasa yang sama. Tanpa ragu, ia menerima cinta Ryamizard. Langkah selanjutnya adalah menemui orang tua Nora, yang tak lain adalah Jenderal Try Sutrisno, Panglima ABRI saat itu. Meski sempat gugup, Ryamizard mendapat sambutan hangat dan restu penuh dari sang mertua. Mereka menikah pada November 1988 di Balai Kartini, Jakarta.
Namun, euforia pernikahan tak berlangsung lama. Ryamizard harus segera meninggalkan Nora untuk melanjutkan pendidikan di Seskoad Bandung. Ia tak punya waktu untuk berbulan madu. Nora pun tinggal bersama neneknya di Jakarta. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga putra: Ryano Patria Amanzita, Dwinanda Patria Noryanzha, dan Trynand Patria Nugraha. Ketiganya diberi nama tengah "Patria" sebagai simbol kecintaan terhadap tanah air.
Warisan Kepemimpinan dan Cinta yang Ditinggalkan
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai perwira yang cerdas dan disiplin. Kariernya moncer di tubuh TNI AD hingga mencapai puncak sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 2002–2004. Setelah pensiun, ia dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan. Sepanjang hidupnya, ia selalu menjaga kedekatan dengan keluarga meski di tengah kesibukan tugas negara. Kini, kisah cinta yang berawal dari medan konflik Timor Timur itu menjadi salah satu warisan yang melekat pada sosoknya.