KALIMANTAN BARAT — Mitsubishi resmi memperkenalkan Eclipse Sportback sebagai kendaraan listrik (EV) terbarunya untuk pasar global. Mobil ini pada dasarnya adalah Nissan Leaf yang dirombak total dari sisi eksterior, dengan hidung baru khas Mitsubishi yang berhasil menyamarkan asal-usulnya. Kami mendapat kesempatan melihat langsung foto-foto eksterior prototipe ini dan menggali spesifikasi yang sudah dikonfirmasi pabrikan.
Spesifikasi Teknis: Sama Persis dengan Nissan Leaf
Di balik panel bodi yang baru, Eclipse Sportback membawa paket mekanis yang identik dengan Nissan Leaf. Tenaga berasal dari satu motor listrik berkekuatan 214 hp yang menggerakkan roda depan. Ini bukan mobil performa, melainkan EV harian yang mengedepankan efisiensi dan kemudahan penggunaan.
Mitsubishi tidak menyebutkan kapasitas baterai secara detail dalam materi yang kami terima, namun mengingat basisnya adalah Leaf, bisa dipastikan paket baterainya juga sama. Yang jelas, angka 214 hp ini sebenarnya lebih tinggi dari Leaf standar, jadi ada sedikit peningkatan tenaga yang ditawarkan Mitsubishi.
Varian Tunggal dan Paket Opsi: Sederhana Tapi Lengkap
Untuk menyederhanakan proses penjualan, Mitsubishi hanya menyediakan satu level trim untuk Eclipse Sportback. Tidak ada pilihan antara tipe standar atau tinggi—semua fitur dasar sudah termasuk dalam satu paket. Satu-satunya tambahan yang bisa dipilih pembeli adalah Technology Package.
Paket opsi tersebut berisi:
- Atap kaca panoramik
- Power liftgate
- Sistem audio premium Bose dengan 10 speaker
- Roof rails untuk rak atau box kargo
Strategi ini memudahkan konsumen yang tidak ingin bingung memilih varian, tapi juga berarti Anda tidak bisa menghemat biaya jika hanya menginginkan fitur tertentu saja.
Desain Eksterior: Wajah Baru yang Meyakinkan
Dari foto-foto yang dirilis, Eclipse Sportback tampil dengan bahasa desain terbaru Mitsubishi. Bagian depan memakai grille khas "Dynamic Shield" yang sudah menjadi identitas merek, dipadukan dengan lampu LED ramping yang membuatnya terlihat lebih modern dibanding Leaf. Proporsi sportback—dengan atap yang landai ke belakang—memberi kesan lebih dinamis ketimbang hatchback biasa.
Bagian belakang juga didesain ulang total dengan lampu menyambung dan bumper baru. Secara keseluruhan, Mitsubishi berhasil membuat mobil ini terlihat seperti produk orisinal, bukan sekadar rebadge murahan. Namun, begitu Anda duduk di dalam dan melihat kokpit, beberapa elemen interior masih jelas meminjam dari Leaf—seperti layout dasbor dan posisi tuas transmisi.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Ada beberapa catatan penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memesan mobil ini. Pertama, platformnya sudah berumur. Nissan Leaf pertama kali diluncurkan pada 2010 dan generasi keduanya sudah beredar sejak 2017. Artinya, teknologi baterai dan sistem manajemen dayanya tidak sebaru EV modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Kia EV6.
Kedua, pengisian daya menggunakan CHAdeMO, bukan CCS2 yang kini menjadi standar umum di banyak negara. Di Indonesia, infrastruktur pengisian cepat CHAdeMO sangat terbatas—mayoritas SPKLU umum menggunakan CCS2 atau GB/T. Ini bisa menjadi masalah besar untuk perjalanan jarak jauh.
Ketiga, dengan hanya satu motor dan penggerak roda depan, performanya memang cukup untuk kota tapi tidak akan memuaskan Anda yang mencari sensasi berkendara. Ini murni mobil commuter.
Verdict: Siapa yang Cocok?
Eclipse Sportback 2027 adalah pilihan menarik jika prioritas Anda adalah harga terjangkau dan kesederhanaan. Satu varian berarti tidak ada kebingungan, fitur standarnya sudah cukup lengkap, dan basis Leaf yang sudah teruji memberi keandalan yang bisa diprediksi.
Tapi mobil ini kurang cocok untuk Anda yang menginginkan EV dengan teknologi terkini, jarak tempuh maksimal, atau akses ke jaringan pengisian cepat yang luas. Jika di Indonesia nanti dijual dengan harga yang bersaing, ia bisa jadi alternatif bagi yang baru pertama kali beralih ke EV dan tidak mau ribet. Namun untuk pengguna yang sudah paham ekosistem EV, ada pilihan lain yang lebih futuristik di kelas harga serupa.