KALIMANTAN BARAT — Insomniac Games memastikan Marvel’s Wolverine tidak akan mengikuti formula open-world ala Marvel’s Spider-Man. Senior project director Jess Reiner-Reed menyebut game ini sebagai petualangan yang digerakkan cerita, di mana Logan terseret membongkar misteri masa lalunya. Pemain tetap bisa menyimpang dari jalur utama untuk aktivitas sampingan.
Pendekatan ini memberi ruang bagi pemain untuk mengenal Logan lebih dalam. Alih-alih peta raksasa penuh ikon, Wolverine memakai struktur misi berbasis chapter dengan area yang bisa dijelajahi ulang.
Resource, Whiskey, dan Kustomisasi Kostum
Dua aktivitas eksplorasi utama menonjol di luar misi cerita. Pertama, pemain bisa memburu botol whiskey yang tersembunyi di tiap stage. Koleksi ini berfungsi sebagai penguat daya untuk Logan—cocok dengan karakter komiknya yang dikenal doyan minuman keras.
Menariknya, faktor regenerasi Logan membuatnya kebal mabuk. Kemampuan penyembuhan itu membakar racun alkohol hampir seketika, jadi ia bisa minum banyak tanpa kehilangan kesadaran. Detail kecil ini jadi pengingat bahwa Wolverine bukan manusia biasa.
Kedua, material crates menyimpan bahan mentah untuk membuka kostum baru. Sistem ini mirip dengan mekanisme suit di Marvel’s Spider-Man 2, di mana pemain mengumpulkan resource untuk memperluas opsi penampilan dan statistik.
Nightmare Doors: Ujian Mental Logan
Fitur paling menarik bernama Nightmare Doors. Ini adalah manifestasi dari hal-hal mengerikan di kepala Logan, disajikan sebagai tantangan unik yang harus ditaklukkan pemain. Konsepnya mengingatkan pada tantangan Mysterio di Marvel’s Spider-Man 2, tapi dengan nuansa psikologis yang lebih gelap.
Setiap pintu menawarkan uji kemampuan berbeda, memaksa pemain menguasai mekanik combat sebelum melanjutkan ke area berikutnya. Ini juga menjadi cara Insomniac memperdalam karakter Wolverine tanpa harus mengandalkan cutscene panjang.
New Game Plus dan Konten Pasca-Kredit
Setelah menyelesaikan kampanye utama, pemain bisa memutar ulang permainan lewat mode New Game Plus. Seluruh perlengkapan dan progres yang sudah didapat terbawa, termasuk upgrade dan kostum yang sudah terkunci sebelumnya.
Insomniac menyebut ada "beberapa hal seru" yang terjadi di mode ini. Beberapa bagian dirancang lebih menantang, sementara area lain memberi kebebasan bagi Logan untuk melepaskan seluruh upgrade yang sudah dikumpulkan. Managing editor GameSpot, Tamoor Hussain, mencatat bahwa meski desainnya familier, Wolverine jelas lebih dari sekadar game cerita superhero biasa.
Paket Konsol Edisi Terbatas
Menjelang perilisan, Sony mengumumkan bundle PS5 edisi terbatas Marvel’s Wolverine. Paket ini mencakup konsol dengan cover khusus, serta DualSense controller bertema game. Bagi kolektor di Indonesia, ini jadi opsi menarik untuk merayakan rilis eksklusif PS5 tersebut.
Dengan tanggal rilis yang sudah dikunci, Wolverine menjadi salah satu game superhero paling dinanti di paruh kedua tahun ini. Kombinasi cerita linear, eksplorasi berbasis resource, dan tantangan psikologis memberi warna berbeda di tengah dominasi game open-world.