PONTIANAK — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kembali meningkat drastis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ratusan titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah kabupaten, memaksa petugas gabungan untuk menyisir kawasan gambut yang menjadi titik rawan penyebaran api.
Kepala BPBD Kalbar menyatakan bahwa langkah penyisiran difokuskan pada lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah masuk ke dalam tanah. "Kami terus menyisir lahan gambut guna mempercepat penanganan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Mengapa Lahan Gambut Jadi Prioritas Penanganan?
Lahan gambut memiliki karakteristik unik yang membuat api bertahan lama di lapisan bawah permukaan. Kondisi ini berbeda dengan kebakaran di lahan mineral yang relatif mudah dipadamkan dari permukaan.
Kepala BPBD menjelaskan bahwa api di lahan gambut bisa membara selama berminggu-minggu tanpa terlihat dari permukaan. Jika tidak segera ditangani, api akan muncul kembali di titik lain dan memperluas area terdampak.
Wilayah Rawan dan Dampak yang Mengintai Warga
Peningkatan titik panas ini berpotensi memicu kabut asap tebal yang mengganggu aktivitas warga. Beberapa wilayah yang selama ini menjadi langganan karhutla disebutkan kembali masuk dalam daftar pantauan ketat petugas.
BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan melalui satelit dan patroli darat. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sanksi hukum yang menanti serta dampak buruk bagi kesehatan.
Langkah Cepat yang Dilakukan BPBD
Penyisiran lahan gambut dilakukan dengan metode pembasahan atau pembuatan sekat kanal untuk memutus pasokan oksigen ke dalam tanah. Petugas juga disiagakan di pos-pos pantau yang tersebar di kecamatan rawan.
Koordinasi dengan TNI, Polri, dan Manggala Agni terus diperkuat untuk memastikan setiap titik panas yang terdeteksi segera ditindaklanjuti di lapangan. Masyarakat yang menemukan tanda-tanda kebakaran diminta segera melapor ke posko terdekat agar api bisa dipadamkan sebelum meluas.