Pencarian

PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Damai Usai Polemik, Permintaan Maaf Disampaikan di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:16:01 WIB
PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Damai Usai Polemik, Permintaan Maaf Disampaikan di Jakarta
Pertemuan antara PWI Pusat dan Hotman Paris Hutapea di Jakarta menghasilkan kesepakatan damai yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

JAKARTA — Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (28/7/2026) itu menjadi titik akhir dari perbedaan pandangan antara organisasi wartawan dan seorang tokoh hukum nasional. Mediasi yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghasilkan kesepahaman untuk mengedepankan persatuan bangsa.

Isi Kesepakatan: Saling Hormat dan Permintaan Maaf

Dalam pertemuan tersebut, Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat dan seluruh wartawan. Permintaan maaf ini diterima sebagai bentuk itikad baik untuk membangun hubungan yang saling menghormati antara profesi advokat dan wartawan.

“Penyelesaian ini bukan berarti membenarkan pernyataan yang pernah disampaikan. Justru melalui proses ini, tujuan menjaga martabat wartawan telah tercapai,” ujar Akhmad Munir dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

Mengapa PWI Menempuh Jalur Hukum Sejak Awal?

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh organisasinya bukan didasari semangat permusuhan. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kehormatan, martabat, dan profesionalisme profesi wartawan.

“PWI berkewajiban menjaga kehormatan profesi wartawan. Ketika ada pernyataan yang dipandang merendahkan martabat wartawan, organisasi harus hadir dan bersikap,” tegas Munir. Namun, setelah ada kesadaran dan permintaan maaf yang tulus, PWI juga berkewajiban mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.

Langkah PWI Selanjutnya: Pencabutan Laporan

Sejalan dengan kesepahaman yang telah dicapai, PWI Pusat akan menindaklanjuti proses administrasi pencabutan laporan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Munir menyebut bahwa tujuan utama organisasi telah tercapai, yakni memulihkan kehormatan profesi wartawan.

“Persatuan Indonesia adalah kepentingan yang lebih besar. Ketika tujuan tersebut telah tercapai melalui permintaan maaf, dialog, dan saling menghormati, maka semangat persatuan bangsa harus kita kedepankan,” tutup Akhmad Munir.

Apresiasi untuk Mediator

Akhmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang telah memediasi pertemuan tersebut. Ia menilai penyelesaian ini menjadi contoh bahwa setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan bermartabat.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks