Pencarian

Samsung Galaxy: 5 Cara Jaga Baterai Agar Awet Selama 7 Tahun Update

Sabtu, 25 Juli 2026 • 09:02:31 WIB
Samsung Galaxy: 5 Cara Jaga Baterai Agar Awet Selama 7 Tahun Update

KALIMANTAN BARAT — Samsung kini menjanjikan pembaruan OS dan keamanan selama 7 tahun untuk ponsel flagship seperti Galaxy S24 series. Sayangnya, jaminan software itu tidak diiringi baterai yang awet secara otomatis. Tanpa perawatan, kapasitas baterai bisa turun drastis dalam 2–3 tahun, membuat ponsel harus dicharge lebih sering atau mati mendadak.

Kabar baiknya, beberapa kebiasaan sederhana bisa memperpanjang umur baterai lithium-ion di ponsel Samsung. Berikut lima cara yang disarankan berdasarkan praktik umum dan fitur bawaan One UI.

1. Aktifkan Fitur Protect Battery (Batasi 85%)

One UI memiliki opsi "Protect Battery" di menu Settings > Battery and device care > Battery > More battery settings. Saat diaktifkan, pengisian berhenti di 85% alih-alih 100%.

Menjaga level baterai di 20–80% adalah zona paling aman untuk lithium-ion. Mengisi terus hingga 100% setiap hari menambah tekanan kimia yang mempercepat penurunan kapasitas. Fitur ini wajib diaktifkan jika pengguna berencana memakai ponsel lebih dari 3 tahun.

2. Jangan Biarkan Baterai Kosong Total

Kebiasaan menunggu baterai 0% lalu dicharge juga berbahaya. Deep discharge (tegangan sangat rendah) dapat merusak sel secara permanen.

Sebaiknya charger mulai saat indikator menunjukkan 20–30%. Samsung sendiri merekomendasikan pengisian ulang sebelum ponsel mati otomatis. Jika ponsel sudah mati karena kehabisan daya, segera charge dalam waktu singkat jangan dibiarkan berhari-hari.

3. Hindari Suhu Ekstrem Saat Mengisi Daya

Panas adalah musuh utama baterai. Saat mengisi daya, suhu ponsel naik secara alami. Hindari meletakkan ponsel di bawah bantal, di dashboard mobil, atau di tempat terkena sinar matahari langsung.

Bermain game berat atau merekam video 4K saat dicharge juga membuat suhu melonjak. Jika ponsel terasa panas saat mengisi, lepaskan casing dan hentikan penggunaan berat sampai suhu normal.

4. Gunakan Charger dan Kabel Original

Charger pihak ketiga yang tidak bersertifikasi sering kali tidak memiliki perlindungan arus stabil. Akibatnya, voltase bisa berfluktuasi dan merusak sirkuit pengisian internal.

Samsung merekomendasikan penggunaan charger original atau charger bersertifikat USB-IF dengan dukungan Power Delivery (PD) dan PPS. Untuk pengguna di Indonesia, pastikan charger memiliki sertifikasi SNI dan garansi resmi.

5. Kurangi Penggunaan Saat Mengisi Daya

Memakai ponsel untuk streaming, gaming, atau browsing berat saat dicharge meningkatkan suhu dan memperlambat pengisian optimal. Hal ini membuat baterai berada di zona suhu tinggi lebih lama.

Sebaiknya biarkan ponsel tenang selama pengisian, terutama jika menggunakan fitur pengisian cepat 25W atau 45W. Cukup colokkan, lalu tinggalkan selama 30–60 menit hingga mencapai 80%.

Dengan menerapkan lima kebiasaan di atas, pengguna Samsung Galaxy dapat memperlambat degradasi baterai hingga ponsel tetap nyaman digunakan selama 7 tahun masa update. Ingat, baterai adalah komponen habis pakai — tetapi perawatan yang tepat membuatnya tidak menjadi alasan utama mengganti ponsel lebih cepat.

Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks