PONTIANAK — Enam titik api yang melanda lahan di Kabupaten Kubu Raya berhasil dipadamkan setelah personel gabungan berjibaku selama berjam-jam. Kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering yang belum diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Sujiwo Pimpin Langsung Operasi di Dekat SMA Negeri 4 Sungai Raya
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika dan Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus memantau langsung proses pemadaman di kawasan sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya. "Alhamdulillah, walaupun melelahkan, api dapat kita jinakkan dan kita kendalikan. Ini berkat kerja keras seluruh personel yang berjibaku di lapangan," kata Sujiwo dalam keterangannya, Kamis.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan Lahan Gambut
Pemadaman melibatkan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, serta pemadam kebakaran swasta. Menurut Sujiwo, penanganan kebakaran di lahan gambut tidak bisa dilakukan sendiri. "Penanganan Karhutla harus dilakukan secara kolaboratif," tegasnya.
Bupati meminta Kepala Pelaksana BPBD selaku koordinator untuk terus mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Pemkab Kubu Raya memastikan dukungan penuh terhadap operasi pemadaman agar personel di lapangan bisa bekerja maksimal.
Kewaspadaan Masyarakat Diperlukan di Tengah Musim Kering
Sujiwo mengingatkan warga agar tetap waspada. Kondisi cuaca kering saat ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut. "Ini bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal waktu," ujarnya.
Pemkab Kubu Raya berkomitmen memperkuat sinergi antarinstansi sebagai langkah antisipasi dan penanganan Karhutla selama musim kering masih berlangsung.