Pencarian

Sekda Kubu Raya: Program Makan Bergizi Gratis Turunkan Angka Stunting dan Putar Roda Ekonomi Lokal

Sabtu, 06 Juni 2026 • 15:45:01 WIB
Sekda Kubu Raya: Program Makan Bergizi Gratis Turunkan Angka Stunting dan Putar Roda Ekonomi Lokal
Sekda Kubu Raya sebut Program Makan Bergizi Gratis efektif turunkan angka stunting di daerah.

KUBU RAYA — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka stunting di wilayahnya. Ia menyebut, anak-anak sekolah yang sebelumnya terindikasi mengalami gizi buruk dan masalah gizi kronis kini mulai mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.

“Kalau cerita manfaat MBG ini di lapangan, sudah tidak diragukan lagi. Anak-anak yang sekarang duduk di bangku sekolah ini banyak yang sebelumnya terpapar stunting, gizi buruk, dan gizi kronis. Sekarang mereka diberikan asupan gizi melalui Program MBG,” kata Yusran di Kubu Raya, Kamis.

Efek Berganda: dari Dapur Sekolah ke Lahan Petani

Yusran menjelaskan, program ini tidak hanya menyasar perbaikan gizi anak, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi perekonomian warga. Kebutuhan pasokan pangan dalam jumlah besar untuk program MBG disebutnya mampu menghidupkan sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil di Kubu Raya.

“Bagaimana lapangan kerja bisa tercipta, ekonomi kerakyatan hidup. Petani, peternak, dan pelaku usaha lokal, ikut bergerak karena adanya kebutuhan pasokan pangan untuk program ini,” tuturnya.

Menjawab Kritik soal Efisiensi Anggaran

Menanggapi kekhawatiran publik bahwa program MBG memangkas anggaran sektor lain, Yusran memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah pusat justru diarahkan untuk menekan potensi kebocoran belanja negara, bukan memotong program riil di daerah.

“Kalau analisa saya, bukan memangkas program sektoral yang riil. Tetapi lebih kepada strategi efisiensi terhadap potensi kebocoran anggaran yang selama ini menjadi perdebatan publik,” katanya.

Yusran menambahkan, Presiden Prabowo Subianto berulang kali meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Warga diminta melaporkan langsung jika menemukan penyimpangan di lapangan. “Pak Presiden sudah berkali-kali menyampaikan agar masyarakat ikut mengontrol, membuat video, dan melaporkan langsung jika ada penyimpangan. Ini menunjukkan pengawasan publik sangat penting,” ujarnya.

Ancaman Karhutla dan Banjir: Pemkab Siapkan Anggaran Tak Terduga

Dalam kesempatan yang sama, Yusran juga menyoroti kesiapan daerah menghadapi musim kemarau ekstrem yang diprediksi BMKG pada 2026. Kubu Raya termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, dan angin puting beliung.

Pemkab Kubu Raya telah berkoordinasi dengan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan pemadam kebakaran, hingga pihak swasta. “Alhamdulillah, semua siap mengawal jika sewaktu-waktu terjadi karhutla,” tuturnya. Penguatan sarana dan prasarana penanganan bencana tengah disiapkan melalui penggeseran belanja tidak terduga sesuai kemampuan keuangan daerah.

Persiapan MTQ dan Perekrutan Peserta Terbuka

Selain isu gizi dan bencana, Yusran memastikan persiapan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Kubu Raya untuk MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Kayong Utara terus dimatangkan. Pemusatan latihan atau training center dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2026.

Proses perekrutan peserta dilakukan secara terbuka. Bahkan, warga dari daerah lain di Kalbar yang memilih mewakili Kubu Raya dipersilakan. “Semangatnya MTQ ini adalah MTQ tingkat provinsi. Jadi semua warga Kalbar bisa saja mewakili daerah mana pun, selama prosesnya terbuka dan asal daerah peserta tetap dihargai,” kata Yusran.

Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks