KETAPANG — Insiden tenggelam yang merenggut nyawa seorang anak di bawah umur terjadi di wahana wisata air Tropical Water Park, Kabupaten Ketapang. Korban diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar, berusia 8 tahun. Pihak Kepolisian Resor Ketapang saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah berenang di kolam renang umum yang berada di kawasan wisata tersebut. Belum diketahui secara pasti sejak kapan korban mulai tenggelam hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh pengunjung lain atau petugas. Proses evakuasi dilakukan, namun nyawa korban tidak tertolong.
Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan tempat dan memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Identifikasi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang dikerahkan untuk mencari petunjuk awal.
Penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian saat ini berfokus pada beberapa aspek. Pertama, mendalami apakah ada unsur kelalaian dalam pengawasan dari pihak pengelola kolam renang. Kedua, memeriksa kondisi sarana pengamanan di sekitar kolam, seperti keberadaan pelampung atau alat bantu keselamatan dan petugas penyelamat (lifeguard) saat kejadian berlangsung.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Tropical Water Park Ketapang terkait insiden ini. Polisi juga masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim menyatakan bahwa pihaknya akan memeriksa secara intensif seluruh pihak yang berada di lokasi saat kejadian. "Kami masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi di lapangan. Proses penyelidikan masih berjalan," ujar sumber kepolisian. Hasil penyelidikan akan menentukan apakah kasus ini akan dinaikkan ke tahap penyidikan dan siapa pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.