PONTIANAK — Program ini hadir sebagai respons atas kesenjangan akses literasi digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kalbar. GLIMOLING dirancang untuk menjadi motor penggerak transformasi pendidikan berbasis teknologi, terutama di titik-titik yang minim infrastruktur internet dan perangkat belajar.
Apa yang Ditawarkan GLIMOLING?
Program ini menyediakan platform digital yang berisi koleksi buku elektronik, modul pembelajaran interaktif, dan materi edukasi multimedia. Masyarakat bisa mengaksesnya secara gratis melalui perangkat seluler atau komputer yang tersambung ke jaringan internet.
PLN UP3 Pontianak juga menyiapkan perangkat pendukung seperti tablet dan komputer untuk ditempatkan di sejumlah titik layanan publik. Langkah ini untuk memastikan warga yang tidak memiliki gawai pribadi tetap bisa memanfaatkan layanan tersebut.
Sasaran: Pelajar Hingga Komunitas Belajar Nonformal
Sasaran utama GLIMOLING adalah pelajar sekolah dasar hingga menengah, mahasiswa, serta komunitas belajar nonformal di pedalaman. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas awal antara lain Kecamatan Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.
“Kami ingin literasi digital tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota. Anak-anak di desa juga berhak mendapatkan akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan,” ujar perwakilan PLN UP3 Pontianak dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, pekan lalu.
Mengapa Program Ini Penting bagi Kalbar?
Kalimantan Barat memiliki tantangan geografis yang unik. Banyak desa terpencil yang belum terjangkau jaringan internet stabil, apalagi perpustakaan digital. GLIMOLING menjembatani celah ini dengan menyediakan konten yang bisa diunduh dan diakses secara luring setelah sinkronisasi awal.
Program ini juga menggandeng pemerintah daerah setempat dan komunitas relawan pendidikan untuk mendampingi proses belajar. Pendampingan teknis menjadi kunci agar warga tidak sekadar memiliki akses, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara optimal.
Langkah Selanjutnya: Perluasan Jangkauan
PLN UP3 Pontianak menargetkan penambahan titik akses di 10 kabupaten/kota sepanjang tahun ini. Selain itu, mereka juga berencana menggelar pelatihan literasi digital bagi guru dan tenaga pendidik di daerah sasaran.
“Kami tidak berhenti di peluncuran. Keberlanjutan program adalah prioritas. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menyesuaikan konten dengan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.