MEMPAWAH — Rapat pleno pertama kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah periode 2025–2030 menjadi penanda masuknya sejumlah wajah baru ke dalam struktur partai berlambang pohon beringin itu. Salah satunya Wendri Fachrizal, pengusaha lokal Mempawah yang kini menjabat Wakil Ketua Bidang Kewiraswastaan, Ketenagakerjaan, dan Pengembangan Profesi.
Agenda pleno di sekretariat partai, Kompleks Terminal Bus Mempawah, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpengurus. Pertemuan itu juga dirangkai dengan penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan baru.
Safruddin Asra Sebut Kader Baru Bawa Gagasan Segar
Ketua Umum DPD Partai Golkar Mempawah Safruddin Asra membenarkan masuknya sejumlah wajah baru dalam jajaran kepengurusan. Menurutnya, kehadiran kader-kader baru diharapkan membawa gagasan segar, semangat pembaruan, serta memperluas ruang keterlibatan masyarakat dalam perjalanan partai.
Ia menilai kapasitas dan pengalaman para pengurus baru, termasuk Wendri Fachrizal, menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan untuk menjalankan program dan agenda organisasi.
Safruddin berharap komposisi kepengurusan yang baru dapat semakin mendekatkan Golkar dengan masyarakat. Peran partai dalam mendorong pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Mempawah juga diharapkan ikut menguat.
Konsolidasi Berjenjang hingga TPS dan RT
DPD Partai Golkar Mempawah mulai mempersiapkan langkah organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Safruddin menjelaskan konsolidasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan, hingga tempat pemungutan suara (TPS) serta jaringan masyarakat di tingkat akar rumput.
Penguatan organisasi nantinya dilanjutkan melalui pembentukan Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes). Langkah itu ditujukan untuk memperluas jangkauan struktur partai sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
"Struktur partai tidak boleh hanya kuat di level atas, tetapi harus menyentuh akar rumput," ujar Safruddin.
Kehadiran Kader Diminta Tak Sekadar Agenda Politik
Safruddin menegaskan konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Menurutnya, proses itu harus berlanjut hingga desa dan kelurahan, rukun warga (RW), serta rukun tetangga (RT).
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat. Peran itu bukan semata-mata untuk menjalankan agenda politik, tetapi juga mengambil bagian sebagai penggerak dan pelopor pembangunan di wilayah masing-masing.
Dengan konsolidasi yang dilakukan lebih awal, DPD Partai Golkar Mempawah berharap seluruh struktur dan jaringan kader dapat dipersiapkan secara bertahap untuk menghadapi tahapan politik mendatang.