SANGGAU — Rombongan Menhan RI tiba menggunakan helikopter Caracal TNI AU HT-7206 di Lapangan Sepak Bola Kompi Senapan B Yonif 642/Kps, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Mayonif TP 833/BD untuk menjalani rangkaian agenda kunjungan kerja.
Selain Pangdam XII/Tanjungpura, hadir pula Irdam XII/Tpr Brigjen TNI Anggara Sitompul, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, dan Danyonif TP 833/BD Letkol Inf Riska Imron Rosadi. Unsur TNI-Polri serta pejabat terkait turut menyambut kedatangan orang nomor satu di Kementerian Pertahanan tersebut.
Laporan Satuan hingga Pengecekan Prajurit
Dalam rangkaian penyambutan, Menhan menerima laporan dari Danyonif TP 833/BD dan laporan dari Pos 1 penjagaan. Ia juga menyaksikan jajar kehormatan dari regu dinas keamanan satuan.
Sebelum mengikuti audiensi, Menhan melakukan pengecekan prajurit. Ia kemudian menerima paparan dari Danyonif TP 833/BD mengenai kondisi satuan yang bermarkas di wilayah Kabupaten Sanggau tersebut.
Kesatrian Dibangun dari Dukungan Rakyat
Puncak kegiatan berlangsung di halaman belakang Mayonif TP 833/BD. Dalam arahannya, Menhan menyoroti fungsi kesatrian sebagai tempat tinggal sekaligus kehormatan satuan.
Ia menyebut kesatrian merupakan fasilitas yang dibangun melalui dukungan rakyat dan diserahkan kepada negara untuk menunjang pelaksanaan tugas TNI.
"Oleh karena itu, seluruh prajurit diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, serta memelihara lingkungan kesatrian agar tetap tertib dan layak digunakan," ujarnya.
Kesiapan di Wilayah Perbatasan
Menhan juga menyoroti kesiapan Yonif TP 833/BD sebagai bagian dari kekuatan pertahanan di kawasan perbatasan. Dengan rencana bergabungnya sisa personel Kompi Senapan B, ia meminta prajurit terus meningkatkan kesiapan diri, kemampuan, dan profesionalisme.
Menurutnya, kemampuan tempur saja tidak cukup. Prajurit Yonif TP 833/BD dituntut menguasai kemampuan teritorial pembangunan sesuai karakteristik satuan.
"Selain kemampuan tempur, prajurit Yonif TP 833/BD dituntut menguasai kemampuan teritorial pembangunan sesuai karakteristik satuan. Kemampuan tersebut mencakup bidang pertanian, peternakan, kesehatan, serta konstruksi atau zeni yang dapat mendukung program pembangunan di daerah," ujarnya.
Perpaduan dua kemampuan itu diharapkan membuat Yonif TP 833/BD mampu mendukung pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sanggau. Situasi keamanan yang kondusif di wilayah penugasan juga menjadi sasaran lain dari pembinaan satuan tersebut.
Jangan Sekali-kali Menyakiti Hati Rakyat
Menhan mengingatkan seluruh prajurit agar mengamalkan Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu, katanya, tidak cukup dihafalkan atau diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, sikap, dan tindakan nyata.
"Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat," tegas Menhan.
Ia menegaskan berbagai fasilitas dan perlengkapan yang dimiliki TNI merupakan bagian dari dukungan rakyat melalui negara. Kepercayaan itu harus dijawab dengan pengabdian yang tulus, perilaku yang baik, serta kepedulian terhadap kesulitan masyarakat di sekitar satuan.
Kehadiran Yonif TP 833/BD di Kabupaten Sanggau diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah perbatasan. Satuan ini juga dituntut memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui dukungan terhadap pembangunan serta terciptanya rasa aman dan nyaman.