Pencarian

Syngenta Indonesia Teken 3 MoU Inovasi Padi, Gandeng Unsoed dan CLRRI

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:22:01 WIB
Syngenta Indonesia Teken 3 MoU Inovasi Padi, Gandeng Unsoed dan CLRRI
Penandatanganan tiga MoU inovasi padi antara Syngenta Indonesia, WinAll Hi-Tech Seed Co Ltd, CLRRI, dan Unsoed dalam Indonesia Petani MAJU Summit.

KALIMANTAN BARAT — Syngenta Indonesia menandatangani tiga Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan inovasi padi dengan WinAll Hi-Tech Seed Co Ltd, Cuu Long Delta Rice Research Institute (CLRRI), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Selasa (6/10/2026). Kerja sama ini menyasar penguatan germplasm padi hibrida dan aromatik berdaya hasil tinggi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Penandatanganan berlangsung dalam Indonesia Petani MAJU Summit, rangkaian Festival Padi Petani MAJU 2026.

Kolaborasi lintas sektor disebut menjadi kunci mempercepat lahirnya varietas padi yang lebih produktif. Customer Business Manager Syngenta Indonesia Huy Cuong Nguyen menilai inovasi hanya berdampak besar jika berangkat dari kebutuhan nyata petani di lapangan.

"Inovasi akan memberikan dampak yang lebih besar ketika berbagai pihak bekerja bersama dan berangkat dari kebutuhan petani. Dengan menghubungkan ilmu pengetahuan, sumber daya genetik, teknologi, pengalaman di lapangan, dan pemahaman terhadap kondisi lokal, kita dapat mempercepat lahirnya solusi yang memberikan nilai nyata bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia," ujar Huy Cuong Nguyen dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Tiga MoU, Tiga Fokus Berbeda

Kemitraan dengan WinAll Hi-Tech Seed Co Ltd diarahkan pada evaluasi dan pengembangan sumber daya genetik atau germplasm padi hibrida berdaya hasil tinggi untuk kondisi Indonesia. Sementara kerja sama dengan CLRRI menyasar pengembangan germplasm padi premium dan aromatik, termasuk pertukaran pengetahuan serta sumber daya genetik.

Adapun MoU dengan Unsoed mencakup pengembangan inovasi varietas padi, penelitian kesehatan tanaman, dan validasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan petani. Tiga kesepakatan ini menempatkan Syngenta sebagai penghubung antara riset akademik, pengembang benih, dan pelaku industri di sektor padi.

Mengapa Germplasm Jadi Kunci

Germplasm atau plasma nutfah adalah bahan baku utama pemuliaan tanaman. Tanpa koleksi genetik yang kaya, pengembang benih sulit menghasilkan varietas yang tahan hama, adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus punya rasa dan tekstur sesuai selera konsumen Indonesia.

Kemitraan dengan CLRRI asal Vietnam relevan karena negara itu punya pengalaman panjang mengembangkan padi aromatik untuk pasar ekspor. Pertukaran sumber daya genetik lintas negara membuka peluang percepatan perakitan varietas yang cocok di lahan sawah Indonesia, termasuk lahan tadah hujan dan rawa.

Petani Jadi Sasaran Akhir

Dampak kerja sama ini pada akhirnya diukur dari produktivitas dan pendapatan petani. Varietas berdaya hasil tinggi memungkinkan petani memanen lebih banyak dari luas lahan yang sama, sementara padi aromatik membuka akses ke segmen pasar premium dengan harga jual lebih baik.

Kolaborasi dengan Unsoed menyentuh sisi lain: kesehatan tanaman. Penelitian di bidang ini penting karena serangan hama dan penyakit tetap menjadi penyebab utama gagal panen di banyak sentra produksi padi.

Indonesia Petani MAJU Summit sendiri mempertemukan pelaku industri, lembaga penelitian, perguruan tinggi, pengembang benih, dan penyedia teknologi pertanian dalam satu forum. Format ini memungkinkan pertukaran hasil riset berjalan lebih cepat ketimbang jalur birokrasi konvensional.

Langkah Syngenta menambah deretan inisiatif lintas sektor di sektor padi, sektor yang menopang konsumsi pangan pokok lebih dari 270 juta penduduk. Keberhasilan kemitraan semacam ini akan terlihat dalam beberapa musim tanam ke depan, ketika varietas hasil riset mulai diuji di lahan petani.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks