Pencarian

Warga Embaloh Hilir Kapuas Hulu Keluhkan Jalan dan Jembatan Rusak, Pembangunan Terganjal Efisiensi Anggaran

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:26:31 WIB
Warga Embaloh Hilir Kapuas Hulu Keluhkan Jalan dan Jembatan Rusak, Pembangunan Terganjal Efisiensi Anggaran
Warga Embaloh Hilir mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak dan sulit dilalui.

KAPUAS HULU — Keluhan warga Embaloh Hilir soal infrastruktur jalan dan jembatan rusak kian keras. Akses penghubung antar desa di wilayah hulu Sungai Kapuas itu disebut dalam kondisi memprihatinkan, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi ini berlangsung cukup lama. Warga mengaku kerap kesulitan mengangkut hasil perkebunan seperti karet dan sawit ke pasar. Biaya transportasi pun melonjak karena kendaraan harus memutar atau memilih jalur alternatif yang lebih jauh.

Jalan Rusak dan Jembatan yang Mulai Keropos

Beberapa ruas jalan di Embaloh Hilir, seperti akses menuju Desa Nanga Embaloh dan sekitarnya, sudah tidak layak. Aspal mengelupas, badan jalan amblas di sejumlah titik. Sementara itu, jembatan kayu yang menjadi penghubung antar dusun mulai keropos dimakan usia.

Warga setempat menyebut perbaikan hanya bersifat tambal sulam. "Setelah hujan, jalan kembali rusak. Tidak ada perbaikan serius," ujar seorang tokoh masyarakat setempat, pekan lalu.

Efisiensi Anggaran Jadi Kendala Perbaikan

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mengakui adanya keterbatasan anggaran. Kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat dan daerah membuat alokasi untuk perbaikan infrastruktur di wilayah pedalaman seperti Embaloh Hilir ikut terdampak.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kapuas Hulu menyebut bahwa prioritas anggaran saat ini difokuskan pada proyek-proyek strategis dan pemeliharaan darurat. Akibatnya, perbaikan jalan dan jembatan di Embaloh Hilir belum masuk dalam skala prioritas utama.

Dampak Langsung ke Warga: Biaya Transportasi Membengkak

Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada ekonomi warga. Harga sembako di tingkat desa lebih mahal karena ongkos kirim yang tinggi. Sebaliknya, harga komoditas seperti karet dan sawit di tingkat petani justru lebih rendah karena tengkulak memperhitungkan biaya akses jalan yang buruk.

Beberapa warga memilih menyimpan hasil panen di rumah karena tidak bisa diangkut. Ada juga yang terpaksa menjual dengan harga miring agar cepat laku di tengah keterbatasan akses.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemkab Kapuas Hulu berjanji akan mengkaji ulang skala prioritas pembangunan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan perbaikan jalan dan jembatan di Embaloh Hilir akan dimulai.

Warga berharap ada solusi jangka pendek, seperti pengadaan material untuk perbaikan darurat secara swadaya. "Kami tidak minta mewah, yang penting jalan bisa dilewati tanpa khawatir kecelakaan," kata seorang warga lainnya.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks